29 Oktober 2016 4.800 petugas 5 November 2016 17.600 petugas 12 November 2016 25.000 petugas 26 November 2016 25.000 petugas
19 November 2016 11.000
Jumlah korban
55 orang terluka
4 petugas terluka
Demonstrasi menentang Presiden Park Geun-hye 2016 terjadi di seluruh wilayah Korea Selatan sejak 29 Oktober 2016. Ribuan warga Korea Selatan memprotes kekerasan pemerintah dan korupsi yang meluas.[3] Pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Park Geun-hye.[4]
Tingkat kepercayaan kepada President Park Geun-hye turun sampai hanya tinggal 5% sebagai akibat dari skandal ini.
Demonstrasi
Penguakan tentang hubungan Park Geun-hye dan Choi Soon-sil menyebabkan unjuk rasa di Seoul.[22][23] Pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Park Geun-hye.[4]
Unjuk rasa
Pada 1 November, Reuters melaporkan seorang pria menggunakan ekskavator untuk menerobos masuk ke pintu masuk utama Gedung Kejaksaan Agung pada saat terjadi demonstrasi di Seoul.[24]
Pada 5 November, sekitar 100.000 warga Korsel turun ke jalan di Seoul, Sabtu, dalam unjuk rasa terbesar di ibu kota negara itu dalam beberapa tahun ini, untuk meminta Presiden Park Geun-hye mundur dari jabatannya terkait skandal menjajakan pengaruhnya. dan dianggap sebagai unjuk rasa terbesar sejak gerakan menentang impor daging dari Amerika Serikat pada 2008.[25]
Jumlah massa yang berunjuk rasa semakin bertambah pada 12 November, saat 1 juta orang (260.000 menurut polisi) berunjuk rasa di lapangan Gwanghwamun sehingga menjadi aksi terbesar sejak aksi pro-demokrasi 26 Juni 1987, dimana 1,4 juta orang berunjuk rasa menentang pemerintahan Rezim Chun Doo-hwan di beberapa kota.[26][27][28]