Panji Danan Setiawan, Satwika Galuh Wardani, dan Dimas Panji Nurfadilah
Orang tua
Luthan Madjid
Hendrawanto Panji Akbar Luthan atau yang dikenal dengan Deddy Luthan (25 April 1951–10 Juli 2014) adalah seorang koreografer tari asal Indonesia. Ia merupakan pengelola sekaligus pemimpin kelompok tari Deddy Luthan Dance Company.
Kehidupan
Deddy lahir dari pasangan orang tua yang berasal dari Minangkabau.[1] Ayahnya, Luthan Madjid, adalah seorang aktivis politik dan pengusaha penerbitan.
Ia menikah dengan Elly D. Luthan. Bersama Elly, Deddy Luthan telah dikaruniai tiga orang anak, yaitu Panji Danan Setiawan, Satwika Galuh Wardani, dan Dimas Panji Nurfadilah.[2]
Sebelum menjadi pelatih, ia pernah menjadi penari. Sebagai penari ia melawat ke beberapa negara, antara lain Australia, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Jepang, Kanada, dan Hongkong. Dalam berkarya, ia selalu memasukkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat.
Selain menjadi koreografer, saat ini ia juga mengajar di Institut Kesenian Jakarta, dan menjabat sebagai Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta.[4]
Deddy Luthan meninggal dunia pada 10 Juli 2014 di Jakarta akibat penyakit yang dideritanya. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan.[5]
Karya
Gerak Dalam Magi dan Tali-Tali (1973)
Si Madu Gombak, kreasi dari tari Minang (1974)
Hypolutos, kreasi dari tari Dayak (1975)
Indang, kreasi dari tari Minang (1976)
Nadi, kreasi dari tari Bali (1977)
Petutung Peka, kreasi dari tari Dayak (1978)
Brabah Indang, kreasi dari tari Minang (1979)
Bancah Sunua, kreasi dari tari Minang (1980)
Barabah Randai, kreasi dari tari Minang (1980)
Awan Bailau I, kreasi dari tari Minang (1982)
Cindua Mato, kreasi dari tari Minang (1983)
Piriang Simarantang, kreasi dari tari Minang (1984)