Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Datuk Maringgih adalah tokohfiksiantagonis dalam novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Roesli yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada pada tahun 2022. Tokoh ini digambarkan sebagai seorang yang tua dan mempunyai banyak uang serta selalu memiliki siasat dalam segala hal. Datuk Maringgih berhasil memperistri Sitti Nurbaya ketika kedua orang tua Sitti mengalami masalah ekonomi dan terlilit hutang.[1]
Dalam sejumlah kajian sastra modern, Datuk Maringgih tidak hanya dipandang sebagai tokoh antagonis, tetapi juga sebagai representasi perlawanan masyarakat lokal terhadap kolonialisme Belanda. Pada bagian akhir novel Sitti Nurbaya, Datuk Maringgih digambarkan terlibat dalam perlawanan terhadap kebijakan kolonial Belanda, termasuk konflik terkait penerapan belasting (pajak). Beberapa peneliti sastra menilai penggambaran tersebut menunjukkan kompleksitas karakter Datuk Maringgih di luar citranya sebagai tokoh yang tamak dan otoriter.[2][3]
Artikel bertopik fantasi atau fiksi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.