Datuk Jannaton merupakan saudagar yang aktif dalam perdagangan lintas selat Malaka. Ia datang di Batu Uban pada tahun 1742. Datuk Jannaton kemudian mendapatkan penghargaan berupa seratus hektare tanah di Batu Uban, Pulau Penang, atas jasa dan bantuannya pada Sultan Kedah, yaitu Sultan Muhammad Jiwa yang memerintah dari tahun 1710 hingga 1778, dalam menghadapi serangan dari Kerajaan Siam yang dipimpin Raja Boromakot (Somdet Phra Chaoyuhua Boromakot), yang memerintah di Ayutthaya dari tahun 1732-1758. Serangan dari Siam tersebut akhirnya dapat dipukul mundur.[2]
Datuk Jannaton meninggal dunia pada tahun 1789 dan dimakamkan di kompleks pekuburan milik keluarga besarnya di Batu Uban, Penang, Semenanjung Malaya.
↑Looi Sue-Chern (31 Desember 2008). "400 attend family reunion". Star Publications (M) Bhd. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-16. Diakses tanggal 14 Januari 2014.;
Dr. A. Murad Merican (12 Oktober 2006). "Sejarah dari sudut Timur". Utusan Melayu (M) Bhd. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-16. Diakses tanggal 14 Januari 2014.;