| Nubuat | Ayat | Penggenapan |
| Menggantikan dia akan muncul seorang yang menyuruh seorang pemungut pajak menjalani bagian yang terindah dari kerajaan itu, tetapi beberapa hari kemudian ia akan dibinasakan, bukan oleh kemarahan atau oleh peperangan. | Daniel 11:20 | Seleukos IV (187-175 SM) menggantikan Antiokhos III dan menyuruh menteri keuangannya, Heliodorus, memungut pajak di wilayah yang kaya. Namun kemudian Heliodorus mengadakan persepakatan untuk membunuhnya dan menjadikan putranya, Antiokhus, yang berusia 5 tahun, menjadi raja boneka. |
| Menggantikan dia akan muncul seorang yang hina, yang tidak memperoleh martabat raja; tetapi dengan tak disangka-sangka ia akan datang merebut kedudukan raja dengan perbuatan-perbuatan licin. | Daniel 11:21 | Mengambil kesempatan karena pewaris tahta masih kecil, Antiokhos IV Epiphanes (175-164 SM), mengaku sebagai putra Antiokhos III yang tadinya disandera di Roma, merebut tahta dengan siasat. Mula-mula ia mengambil hati raja Pergamum, Eumenes II, dan saudaranya, Attalus, sehingga diberi tentara untuk menggulingkan Heliodorus. Antiokhus IV diangkat menjadi wali untuk Antiokhus kecil, yang kemudian mati diracun, ketika Antiokhus IV sedang bepergian. Maka Antiokhus IV menjadi raja.[11] 1 Makabe 1:10 mencatat penggenapannya: "Dari padanya muncul seorang akar berdosa, Antiokhus Epiphanes, putra Raja Antiokhus (Antiokhos III); ia sebelumnya menjadi sandera di Roma. Ia mulai memerintah pada tahun ke-137 kerajaan orang Yunani". Tahun ke-137 kerajaan orang Yunani diidentifikasi sebagai tahun 175 SM.[11] |
| Seluruh tentara yang datang melanda akan dihanyutkan di hadapannya dan dihancurkan, bahkan juga seorang raja Perjanjian. | Daniel 11:22 | Antiokhus IV berhasil mempertahankan kekuasaannya dengan cara licin. Pada tahun 175 SM ia memecat Imam Besar Yahudi, Onias III bin Simon, yang ditafsirkan sebagai "Raja Perjanjian", dan kemudian 170 SM membunuhnya. Ini dilakukannnya karena menerima suap dari saudara Onias III, Yason (atau Yosua) bin Simon, yang diangkat oleh Antiokhus IV menjadi imam besar (175-172 SM). Uang suap itu dikirim melalui Menelaus, yang memberi suap kepada Antiokhus IV, sehingga Yason dipecat dan Menelaus diangkat menjadi imam besar (172-162 SM). |
| Dan dari saat diadakan persekutuan dengan dia, ia akan berlaku curang, dan ia akan maju serta menjadi berkuasa, meskipun sedikit orang-orangnya. | Daniel 11:23 | Meskipun orang-orangnya sendiri sedikit, Antiokhus IV berhasil mengadu domba dan mengkhianati sekutu-sekutunya, sehingga ia meraih kekuasaan mutlak di Kerajaan Siria. |
| Dengan tak disangka-sangka ia akan memasuki daerah-daerah yang paling subur dari negeri itu, dan melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh para bapa dan nenek moyangnya, yakni menghamburkan rampasan dan jarahan dan harta di antara orang-orangnya; juga terhadap tempat-tempat yang berbenteng ia membuat siasat, tetapi hanya untuk sementara waktu. | Daniel 11:24 | Antiokhus IV meraih dukungan rakyatnya dengan menghambur-hamburkan uang di jalan (I Makabe 3:30) dan kepada semua orang-orang terdekatnya, terutama di kota-kota penting dan berbenteng, selama beberapa waktu. |
| Kekuatan dan keberaniannya akan ditujukannya melawan raja negeri Selatan dengan memakai tentara yang besar; | Daniel 11:25 | Sejak tahun 171 SM, Antiokhus IV memusatkan perhatian untuk mencari kelemahan Mesir yang saat itu diperintah oleh Ptolemaios VI Philometor yang berusia 14 tahun dan dianggapnya lemah. Kemudian ia berhasil menempatkan pasukan besar di perbatasan Mesir, yaitu di Pelusium, dekat Delta sungai Nil. 1 Makabe 1:17 mencatat penggenapannya: "Maka ia (Antiokhus Epiphanes) menyerang Mesir dengan pasukan yang kuat, dengan kereta-kereta berkuda dan gajah-gajah dan pasukan kavaleri dan dengan armada yang besar". |
| dan walaupun raja negeri Selatan itu akan bersiap untuk berperang dengan tentara yang amat besar dan kuat, ia tidak akan dapat bertahan, sebab akan diadakan siasat terhadap dia, 11:26dan orang-orang yang makan dari santapannya akan meruntuhkannya: tentaranya akan hanyut dan banyak orangnya yang tewas dibunuh. | Daniel 11:25–26 | Mesir berperang dengan Antiokhus IV di Pelusium yang mengambil risiko dengan naik kuda di tengah-tengah peperangan. Tentara Mesir dikalahkan, tetapi Antiokhus IV melarang membunuh mereka, sebaliknya menggunakan mereka untuk merebut Memphis. Antiokhus IV juga menggalang persepakatan dengan penasehat terdekat Ptolemaios VI ("orang-orang yang makan dari santapannya"), antara lain Ptolemeus Macron (juga disebut "Ptolemeus, putra Dorymenes") yang diangkat oleh Ptolemaios VI sebagai gubernur Siprus, membelot dan diangkat oleh Antiokhus IV menjadi gubernur Coele-Syria dan Fenisia. 1 Makabe 1:18 mencatat penggenapanya: "Ia (Antiokhus Epiphanes) melawan raja Ptolemeus (Ptolemaios VI) dari Mesir dalam peperangan, dan Ptolemeus berbalik dan lari dari hadapannya, dan banyak orang terluka dan terbunuh". |
| Dan kedua raja itu bermaksud jahat, dan sedang mereka duduk bersama-sama pada satu meja, mereka akan saling membohongi; tetapi hal itu tidak akan berhasil, sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang ditetapkan. | Daniel 11:27 | Antiokhus IV memutuskan mengadakan perdamaian dengan Ptolemaios VI dan mereka mengadakan pertemuan dan perjamuan beberapa kali di Memphis. Namun, di balik itu, Antiokhus IV mengangkat Ptolemaios VIII Physkon, menjadi raja di Aleksandria, yang membelot dari Ptolemaios VI kepada Antiokhus IV. Antiokhus IV bermaksud mengadu domba kedua saudara. Di sisi lain, Ptolemaios VI menerima perdamaian, mengingat Antiokhus IV sebenarnya masih pamannya (melalui Kleopatra, putri Siria) dan meletakkan kesalahan terjadinya perang pada menteri Eulaeus, salah satu walinya waktu dia masih kecil. Sebaliknya, Ptolemaios diam-diam membina hubungan dengan adiknya, Ptolemaios VIII, untuk bersatu melawan Antiokhus IV, tetapi tidak terjadi peperangan. |
| Kemudian ia akan pulang ke negerinya dengan banyak harta, dan hatinya bermaksud menentang Perjanjian Kudus; dan itu dilakukannya, lalu pulang ke negerinya. | Daniel 11:28 | Antiokhus IV kembali ke Siria dengan tujuan untuk menyerang Mesir lagi di kemudian hari. Ketika melewati Yudea, ia mendengar isu pemberontakan orang Yahudi, sehingga ia membunuh Onias III, dan sempat membuat imam besar Menelaus menyingkir. |
| Pada waktu yang ditetapkan ia akan memasuki pula negeri Selatan, tetapi kali yang kedua ini tidak akan sama dengan yang pertama, karena akan datang kapal-kapal orang Kitim melawan dia, sehingga hilanglah keberaniannya. | Daniel 11:29–30 | Tahun 168 SM Antiokhus IV mencoba menyerang Mesir, tetapi Ptolemaios VI dan Ptolemaios VII bersatu memukulnya mundur, dan mereka dibantu oleh tentara Romawi (=Kitim) yang datang dengan kapal-kapal perang. Ketika Antiokhus IV dan tentaranya menuju ke Aleksandria, mereka bertemu dengan 3 senator Romawi yang dipimpin oleh Gaius Popillius Laenas di Eleusis, di luar kota Aleksandria. Duta besar Romawi, Popillius, memberikan tuntutan Senat Roma agar Antiokhus IV mundur dari Mesir. Ketika raja meminta waktu untuk berunding, Popillius membuat garis lingkaran di sekeliling Antiokhus IV dengan tongkatnya sambil memerintahkan Antiokhus IV untuk tidak ke luar dari lingkaran itu sampai memberi jawaban. Akhirnya Antiokhus IV setuju untuk melakukan semua tuntutan Roma. |
| Lalu pulanglah ia dengan hati mendendam terhadap Perjanjian Kudus dan ia akan bertindak: setelah pulang kembali, ia akan menujukan perhatiannya kepada mereka yang meninggalkan Perjanjian Kudus.11:31Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. | Daniel 11:30–31 | Antiokhus IV melampiaskan marahnya dengan membunuhi penduduk Yudea yang dijumpainya di jalan, tetapi membiarkan orang-orang Yahudi Helenistik yang mendukungnya. Tentaranya menajiskan Bait Suci dan melarang upacara korban harian. Tanggal 15 Kislew (December) 168 SM, orang-orang Siria membangun altar menutupi altar korban bakaran, dan menempatkan patung Zeus Olympius di Bait Allah. Tanggal 25 Kislew 168 SM, dilakukan pengorbanan babi di atas altar untuk Zeus. |
| Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.33Dan orang-orang bijaksana di antara umat itu akan membuat banyak orang mengerti, tetapi untuk beberapa waktu lamanya mereka akan jatuh oleh karena pedang dan api, oleh karena ditawan dan dirampas.34Sementara jatuh, mereka akan mendapat pertolongan sedikit, dan banyak orang akan menggabungkan diri kepada mereka secara berpura-pura.35Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan. | Daniel 11:32–35 | Antiokhus IV membuat sejumlah orang Yahudi murtad dari ajaran agamanya. Namun ada sekelompok orang-orang dari keluarga Makabe yang memberontak dan sempat menyucikan Bait Suci selama 8 hari sejak tanggal 25 Kislew 165 SM, 3 tahun setelah Antiokhus IV menajiskan tempat itu. Hal ini diperingati dengan perayaan Hanukkah. Karena berbagai pengkhianatan, banyak dari mereka terbunuh. Namun, keluarga Makabe akhirnya berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Siria dan mendirikan dinasti Hasmonean. Antiokhus IV sendiri mati pada tahun 164 SM setelah mendengar kabar kekalahan pasukannya di Persia dan Yudea. |