Konon danau ini terjadi karena letusan yang dahsyat di mana ada kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari (tumingkas) ke hutan. Sebagai akibat melanggar nasihat orang tua maka meletuslah kembaran gunung kaweng tersebut sehingga menjadi danau Tondano.[2]
Pariwisata
Danau Tondano mempunyai objek wisata yang terkenal "Sumaru Endo" Remboken,[3] dan Resort Wisata Bukit Pinus (Tondano arah Toliang Oki). Gua Tikus dan bekas Detasuka. Dari tepian Danau Tondano (Toliang Oki), pengunjung dapat melintas puncak Bukit Lembean dan melihat kawasan Laut Maluku di sebelah timur, tepatnya wilayah Tondano Pante di Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Pondok Kinakas dapat dilihat di atas kantor camat Kakas dan Boulevard Tontimomor.
Pada Januari 2026, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus melakukan kunjungan kerja ke kawasan wisata Sumaru Endo untuk meninjau proses renovasi dan penataan fasilitas wisata di kawasan tersebut.[4]