Public Investment Fund (PIF; Arab: صندوق الاستثمارات العامةcode: ar is deprecated ) adalah sovereign wealth fund (SWF) dari Arab Saudi. PIF adalah salah satu SWF terbesar di dunia dengan asetnya diperkirakan mencapai US$930 miliar (GB£718,2 miliar).[2] PIF dibentuk pada tahun 1971 untuk berinvestasi atas nama Pemerintah Arab Saudi.[3] PIF dikendalikan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Arab Saudi sejak tahun 2015.[4][5]
Lebih dari 60% aktivitas PIF berada di Arab Saudi.[6] Di Arab Saudi, PIF terutama berinvestasi pada konglomerat swasta yang dimiliki oleh pebisnis yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Arab Saudi.[6] Di luar Arab Saudi, investasi PIF pada aset yang terkenal, seperti klub sepak bola Newcastle United, pun memicu kontroversi, karena kurangnya transparansi dari PIF dan kendali ketat dari pemerintah Arab Saudi, yang juga mendapat kritik tajam terkait kurangnya hak asasi manusia di sana.[7][8]
Public Investment Fund (PIF) didirikan oleh Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud pada tahun 1971[9] melalui Dekrit Kerajaan M/24[10] dengan tujuan untuk menyediakan dukungan pendanaan untuk proyek-proyek yang memiliki nilai strategis terhadap ekonomi Arab Saudi.[11] Selama sebagian besar sejarahnya, PIF adalah entitas pasif yang mengawasi investasi pemerintah Arab Saudi pada perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham. Saat negara-negara tetangga mulai menggunakan SWF mereka untuk mempengaruhi, Arab Saudi juga mengikuti. PIF pun menambah jumlah pegawainya dari 50 orang pada tahun 2015 menjadi hampir 500 orang pada tahun 2018.[9]
Pada bulan Juli 2014, Dewan Menteri memberi PIF kewenangan untuk berinvestasi pada perusahaan baru di dalam dan di luar Arab Saudi, baik secara independen maupun melalui kerja sama dengan pihak lain, tanpa perlu meminta persetujuan dari Dewan Menteri terlebih dahulu.[12] Pada bulan Maret 2015, pengawasan PIF dialihkan dari Kementerian Keuangan ke Dewan Ekonomi dan Pengembangan. Sebagai bagian dari proses tersebut, Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga ditunjuk sebagai chairman dari PIF.[13] Dewan tersebut pun menyatakan bahwa PIF sesuai dengan Visi 2030[14] yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi.[15] Untuk meningkatkan sumber daya dari PIF serta membantu pendanaan untuk investasi pada perusahaan asing seperti Uber dan Tesla, PIF mendapat uang tunai dari Bank Sentral Saudi, menerbitkan surat utang, dan mendapat keuntungan dari privatisasi aset pemerintah Arab Saudi.[9]
Pada tahun 2022, sebanyak 4% saham Saudi Aramco diserahkan ke PIF, dan kembali diulang pada tahun 2023, sebagai bagian dari rencana PIF untuk meningkatkan aset kelolaannya menjadi lebih dari $1triliun pada tahun 2025. Penyerahan saham tersebut ditujukan untuk memanfaatkan harga minyak yang lebih tinggi guna mendanai ekspansi PIF.[16]
Sebuah laporan pada tahun 2021 oleh Global SWF menyatakan bahwa skor Governance, Sustainability, and Resilience (GSR) dari PIF telah naik sebesar 12% menjadi 40% (dari total 100%) pada tahun 2021. Kenaikan tersebut sebagian karena PIF telah mulai membentuk tim khusus untuk menangani ESG (Environmental, Social, and Sustainability).[17] PIF mendapat imbal hasil sekitar 8% mulai tahun 2018 hingga 2022.[18]
Pada tahun 2016, PIF dan SoftBank Group mengumumkan bahwa mereka akan mendirikan SoftBank Vision Fund yang bertujuan untuk berinvestasi hingga $45miliar dalam waktu lima tahun ke depan pada sektor teknologi.[32]SoftBank Group kemudian mengkonfirmasi bahwa pada tahun fiskal 2019–2020, Vision Fund mengalami kerugian sebesar $17,7miliar. Kerugian tersebut terkait dengan investasi pada WeWork dan Uber Technologies Inc..[33]
Pada Forum CEO Saudi-AS, yang merupakan bagian dari kunjungan resmi Presiden Donald Trump ke Arab Saudi, PIF mengumumkan rencananya untuk "berinvestasi sebesar $40 miliar pada proyek infrastruktur, terutama di Amerika Serikat." Blackstone, yang CEO dan pendirinya—Stephen A. Schwarzman—merupakan pendukung Trump, pun meneken nota tidak mengikat di mana PIF berkomitmen berinvestasi sebesar $20miliar.[34] Pada Forum CEO AS-Saudi, kesepakatan pertahanan juga diumumkan, termasuk rencana untuk "merakit 150 unit helikopter Lockheed Martin Black Hawk" di Arab Saudi, yang dapat membuka 450 lapangan kerja di Arab Saudi" sebagai bagian dari "kesepakatan sebesar $6miliar untuk Black Hawk."[35]
Pada bulan Oktober 2017, diumumkan bahwa PIF akan berupaya meningkatkan aset kelolaannya menjadi lebih dari $400 miliar dan menciptakan lebih dari 20.000 lapangan kerja pada tahun 2020.[36][37]
↑"نظام صندوق الاستثمارات العامة"[Public Investment Fund System]. Council of Experts at the Council of Ministers. Diarsipkan dari asli tanggal 26 February 2017. Diakses tanggal 2 December 2016.