DaimyĆPeta wilayah para daimyo Sengoku sekitar tahun pertama era Genki (1570 M).
DaimyĆ (性ćcode: ja is deprecated ) berasal dari kata DaimyĆshu (性ćäž»code: ja is deprecated , kepala keluarga terhormat) yang berarti orang yang memiliki pengaruh besar di suatu wilayah. Di dalam masyarakat samurai di Jepang, istilah daimyĆ digunakan untuk samurai yang memiliki hak atas tanah yang luas (tuan tanah) dan memiliki banyak bushi sebagai pengikut.
Pada zaman Muromachi, Shugoshoku adalah nama jabatan yang diberikan kepada kelas penguasa untuk menjaga wilayah feodal yang disebut Kuni (provinsi). Penguasa yang menjabat Shugoshoku kemudian sering disebut sebagai Shugo DaimyĆ (ćźè·ć€§ćcode: ja is deprecated , daimyĆ yang melindungi).
Di zaman Sengoku, dikenal penguasa wilayah feodal yang disebut Taishin (性èș«code: ja is deprecated ). Selain itu dikenal juga samurai lokal yang berperan dalam pembangunan daerah yang disebut Kokujin (ćœäșșcode: ja is deprecated ). Sengoku DaimyĆ (æŠćœć€§ćcode: ja is deprecated ) merupakan sebutan untuk daimyĆ yang menguasai lebih dari satu wilayah kekuasaan.
Pada zaman Edo, daimyĆ adalah sebutan untuk samurai yang menerima lebih dari 10.000 koku dari Keshogunan Edo, sedangkan samurai yang menerima kurang dari 10.000 koku disebut Hatamoto.
Daimyo zaman Edo
Daimyo yang berkunjung ke istana, gambar dari buku "Sketches of Japanese Manners and Customs"
Peringkat daimyĆ pada zaman Edo ditentukan oleh tingkatan kebangsawanan (Kakaku), tingkat jabatan (Kan-i), potensi kekayaan wilayah Han (Kokudaka), dan deskripsi pekerjaan (Yakushoku).
Pada zaman Edo terdapat 3 jenis daimyĆ:
Kamon DaimyĆ
DaimyĆ yang masih punya hubungan kerabat dengan keluarga shogun Tokugawa
Fudai DaimyĆ
DaimyĆ turun temurun yang sudah setia kepada shogun Tokugawa jauh sebelum Pertempuran Sekigahara,
Tozama
Pengikut Tokugawa yang menjadi setia setelah ditundukkan dalam Pertempuran Sekigahara.
Tokugawa Ieyasu memberi wewenang atas kekuasaan wilayah han Owari, Kishë, Mito untuk ketiga orang putranya. Ieyasu juga memberi wewenang kepada masing-masing putranya untuk menggunakan nama keluarga Tokugawa, sehingga salah satu garis keturunan putranya dapat menggantikan garis keturunan utama Tokugawa jika mata rantai keturunan utama terputus. Selain itu, masing-masing putra Tokugawa masih menerima tugas penting memata-matai kegiatan para daimyà lain wilayah han tetangga.
Ieyasu menyebar anggota keluarganya ke seluruh Jepang untuk mengawasi daimyà di wilayah han tetangga. Putra ke-9 yang bernama Tokugawa Yoshinao ditunjuk sebagai daimyà wilayah han Owari. Putra ke-10 yang bernama Tokugawa Yorinomu ditunjuk sebagai daimyà wilayah han Kishë, Putra ke-11 yang bernama Tokugawa Yorifusa ditunjuk sebagai daimyà wilayah han Mito. Selain itu, Yëki Hideyasu yang merupakan kakak dari syogun generasi ke-2 Tokugawa Hidetada ditunjuk sebagai daimyà wilayah han Echizen.
Pengikut (Kashin) berasal dari keluarga yang sudah turun temurun mengabdi kepada klan Tokugawa dijadikan Fudai DaimyĆ. Dalam menjalankan pemerintahan, shogun Tokugawa selalu dikelilingi oleh Fudai DaimyĆ yang ditunjuk sebagai menteri senior (TairĆ) dan penasehat syogun (RojĆ«)