Presiden Estonia (Bahasa Estonia: Eesti Vabariigi President) adalah kepala negaraEstonia. Estonia adalah satu di antara beberapa republik parlementer di mana seorang presiden adalah kepala negara seremonial tanpa ada kekuasaan eksekutif. Presiden diwajibkan untuk menangguhkan keanggotaannya di partai politiknya selama menjabat. Pada saat mulai menjabat, kewenangan dan jabatan lain yang dipegang seorang presiden akan dilepas secara otomatis. Ini dimaksudkan supaya membantu fungsi presiden dalam rangka bertindak independen dan tidak memihak. Presiden menjabat selama lima tahun dan dapat dipilih berkali-kali tetapi tidak lebih dari dua kali berturut - turut.
Seorang kandidat presiden dipilih oleh Parlemen[1] (Bahasa Estonia:Riigikogu); seorang kandidat harus memenangkan setidaknya dua pertiga suara mayoritas untuk dapat dipilih. Jika tidak ada kandidat yang mendapatkan dua pertiga suara mayoritas setelah tiga putaran pemilihan, Sebuah badan pemilihan khusus akan dibentuk yang terdiri dari semua anggota Riigikogu dan perwakilan terpilih dari semua kotamadya (setidaknya satu perwakilan per setiap kotamadya, tetapi tidak lebih dari 10 perwakilan tergantung pada jumlah warga negara dengan hak suara yang tinggal di kotamadya). Badan ini memilih antara dua kandidat dengan persentase suara terbesar.
Wewenang, Fungsi dan Tugas
Bertindak sebagai Perwakilan Negara Paling TInggi dalam urusan luar negeri(termasuk menandatangai perjanjian-perjanjian internasional yang sebelumnya telah disetujui oleh pemerintah). Dalam keadaan tertentu presiden dapat mewakili Negara dalam persidangan Dewan Eropa jika Perdana Menteri Estonia berhalangan hadir.
Menunjuk dan memanggil kembali, atas usulan pemerintah, para perwakilan diplomatik Estonia untuk negara-negara lain dan organisasi internasional, menerima surat kepercayaan para diplomat asing yang ditugaskan di Estonia.
Memerintahkan pemilihan anggota Riigikogu dan sesuai dengan konstitusi dapat memerintahkan pemilihan umum istimewa. Pemilihan umum istimewa dapat diperintahkan oleh presiden jika:
Jika Riigikogu tidak dapat mengesahkan anggaran belanja negara tahunan;
Riigikogu gagal mendapatkan persetujuan atas sebuah referendum;
Riigikogu gagal memilih perdana menteri;
Riigikogu mengeluarkan mosi kecaman terhadap Pemerintah, dan Pemerintah, pada gilirannya, meminta presiden untuk mempertimbangkan mengumumkan pemilihan luar biasa (dalam hal ini presiden dapat, bagaimanapun, mengatakan "tidak", jika mereka menemukan menyelenggarakan pemilihan luar biasa tidak perlu atau tidak masuk akal karena alasan apa pun);
Mengesahkan keanggotaan baru Riigikogu dan membuka sidang pertamanya
Mengajukan kepada ketua Riigikogu untuk mengadakan sidang luar biasa (jika diperlukan)