| No. | Foto | Nama | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Nama Jabatan Resmi | Basis Faksi / Garis Politik | Catatan Historis |
| 1 |
 |
Henk Sneevliet |
01914-05-2323 Mei 1914 |
01918-12-055 Desember 1918 |
Ketua Pengurus Harian ISDV |
Marxisme ortodoks / Blok Intra-Sarekat Islam |
Pendiri utama organisasi; meletakkan taktik infiltrasi *Blok di dalam*. Ia dideportasi oleh dinas rahasia kolonial Belanda pada akhir tahun 1918.[a][9] |
| 2 |
 |
Semaun |
01920-05-2323 Mei 1920 |
01921-12-022 Desember 1921 |
Ketua Partai Komunis Hindia (PKH) |
Serikat Buruh / Semarang VAK |
Tokoh bumiputera pertama yang memimpin partai setelah ISDV bermutasi menjadi PKH di Semarang. Ia meletakkan dasar pengorganisasian buruh kereta api (VSTP).[10] |
| 3 |
 |
Tan Malaka |
01921-12-022 Desember 1921 |
01922-02-1313 Februari 1922 |
Ketua Partai Komunis Hindia (PKH) |
Pan-Islamisme / Radikal Revolusioner |
Terpilih secara aklamasi dalam kongres setelah Semaun berangkat ke Moskow. Ia ditangkap di Bandung dan diasingkan keluar dari wilayah Nusantara pada Februari 1922 karena mendukung aksi pemogokan umum pegadaian.[b][11] |
| (2) |
 |
Semaun |
01922-02-1313 Februari 1922 |
01924-06-077 Juni 1924 |
Ketua Komite Sentral PKI |
Sentralisme Demokratis Parlementer |
Kembali memegang tampuk kepemimpinan sekembalinya dari Moskow. Memimpin reorganisasi partai dan mengubah nama entitas secara resmi menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada pertengahan tahun 1924.[9] |
| 4 |
|
Alibasah Winanta |
01924-06-1010 Juni 1924 |
01924-07-3131 Juli 1924 |
Ketua Komite Sentral Transisi |
Sentralisme Organisasi / Faksi Semarang |
Memegang kepemimpinan transisi yang sangat singkat pasca-kongres perubahan nama partai menjadi PKI sebelum tampuk kekuasaan beralih ke kelompok Aliarcham.[9] |
| 5 |
 |
Aliarcham |
01924-06-077 Juni 1924 |
01925-08-1010 Agustus 1925 |
Ketua Komite Sentral PKI |
Ultra kiri / Faksi Radikal Jakarta |
Menggeser kiblat pergerakan partai dari Semarang ke Jakarta. Ia merencanakan radikalisasi gerakan massa secara militan sebelum akhirnya ditangkap dan dibuang ke kawasan Boven Digoel.[12] |
| 6 |
 |
Sardjono |
01925-08-1010 Agustus 1925 |
01927-01-011 Januari 1927 |
Ketua Komite Sentral PKI |
Insureksionis / Komite Prambanan |
Pimpinan resmi partai sewaktu pecahnya pemberontakan bersenjata terhadap kekuasaan kolonial di Jawa Barat dan Sumatra Barat. Akibat aksi yang tidak terkoordinasi dengan baik ini, partai dihancurkan total oleh intelijen PID.[13] |
| 7 |
 |
Suprodjo |
01926-11-1010 November 1926 |
01926-11-1717 November 1926 |
Ketua Komite Sentral Darurat (Aksi Pemberontakan) |
Komando Militer Insureksional |
Mengambil alih kepemimpinan darurat tepat pada saat pecahnya Pemberontakan November 1926 di Jawa Barat dan Batavia untuk mengisi kekosongan komando. Ditangkap militer kolonial seminggu kemudian.[9] |
| 8 |
|
Pamudji |
01932-01-011932 |
01944-02-2222 Februari 1944 |
Pimpinan Komite Pusat Klandestin (PKI Ilegal) |
Rekonstruksi Jaringan / Sel Anti-Fasis |
Wafat: 22 Februari 1944. Membangun kembali puing-puing struktur partai yang hancur pasca-1926 secara rahasia di bawah tanah. Bergerak lintas Jawa hingga Bali. Ditangkap dan dieksekusi mati oleh Kempeitai Jepang di Singaraja.[c] |
| 9 |
 |
Musso |
01935-01-011 Januari 1935 |
01936-04-055 April 1936 |
Pimpinan Jaringan Bawah Tanah (PKI Ilegal) |
Garis Komintern (Front Populer Anti-Fasis) |
Menyusup kembali secara rahasia dari Uni Soviet guna mendirikan komando PKI Ilegal (bawah tanah). Ia meninggalkan Indonesia setahun kemudian setelah jaringannya terendus kepolisian politik Belanda (PID).[14] |
| 10 |
 |
Amir Sjarifuddin |
01936-04-055 April 1936 |
01945-08-1717 Agustus 1945 |
Pimpinan Jaringan Bawah Tanah (PKI Ilegal) |
Anti-Fasisme / Blok Kiri Domestik |
Mengendalikan jejaring sel-sel kader bawah tanah selama masa kegelapan pendudukan militer Kekaisaran Jepang. Ia dieksekusi pasca-kegagalan Peristiwa Madiun.[15] |
| 11 |
|
Subandi Widarta |
01944-02-2222 Februari 1944 |
01945-12-2323 Desember 1945 |
Pimpinan Kolektif Klandestin / Gerakan Anti-Fasis |
Faksi Pemuda Menteng 31 / Angkatan Baru |
Wafat: ca. 1947. Mengambil alih komando klandestin tepat setelah eksekusi mati Pamudji oleh Jepang. Memimpin hingga masa awal proklamasi kemerdekaan sebelum jaringannya dilebur.[16] |
| 12 |
 |
Mohammad Jusuf |
01945-10-2121 Oktober 1945 |
01946-03-2929 Maret 1946 |
Sekretaris Jenderal Komite Sentral |
Faksi Pemuda Proklamasi Radikal |
Membangun kembali struktur kepemimpinan PKI secara terbuka di Jakarta pasca-proklamasi kemerdekaan secara sepihak tanpa restu dari para tokoh komunis senior. Garis politiknya dinilai menyimpang dan dilengserkan.[d][14] |
| (5) |
 |
Sardjono |
01946-03-2929 Maret 1946 |
01948-08-1111 Agustus 1948 |
Ketua Komite Sentral PKI |
Front Nasionalis-Kiri / Pemulihan Legalitas |
Mengambil kembali posisi puncaknya setelah dibebaskan dari kamp tahanan Australia pasca-Perang Dunia II. Struktur ini dilebur ketika Musso pulang membawa mandat baru.[15] |
| (6) |
 |
Musso |
01948-08-1111 Agustus 1948 |
01948-10-3131 Oktober 1948 |
Sekretaris Jenderal Komite Sentral |
Garis Doktrin Zhdanov (Stalinis Murni) |
Memegang komando absolut dengan meluncurkan tesis kebijakan "Jalan Baru untuk Republik Indonesia". Ia tewas tertembak oleh pasukan TNI dalam operasi penumpasan Peristiwa Madiun.[17] |
| 13 |
 |
Alimin |
01949-11-011 November 1949 |
01951-01-077 Januari 1951 |
Tokoh Senior / Pimpinan Kolektif Komite Sentral |
Garis Komintern Tua/ Faksi Pengasingan |
Lahir: 1889; Wafat: 24 Juni 1964. Menjadi tokoh utama yang merestrukturisasi sisa-sisa partai yang hancur pasca-Madiun sebelum kelompok muda mengambil alih. Pengaruhnya meredup setelah digeser oleh kelompok Trimurti Aidit pada Januari 1951.[18] |
| 14 |
 |
Dipa Nusantara Aidit |
01951-01-077 Januari 1951 |
01959-09-2020 September 1959 |
Sekretaris Jenderal Komite Sentral |
Marxisme Pribumi / Strategi Front Persatuan |
Lahir: 30 Juli 1923; Wafat: 22 November 1965. Terpilih sebagai Sekjen dalam reorganisasi internal Januari 1951. Mengubah taktik partai menjadi gerakan massa yang legal dan parlementer serta mempersiapkan partai menghadapi Pemilu 1955.[15] |
| (14) |
 |
Dipa Nusantara Aidit |
01959-09-2020 September 1959 |
01965-11-2222 November 1965 |
Ketua Komite Sentral (CC-PKI) |
Blok Nasakom / Demokrasi Terpimpin |
Lahir: 30 Juli 1923; Wafat: 22 November 1965. Berdasarkan hasil Kongres Nasional VI (September 1959), posisi Sekjen dihapus dan Aidit terpilih sebagai Ketua CC-PKI. Membawa partai ke puncak kejayaan konstituen lewat aliansi dengan Sukarno sebelum dieksekusi mati pasca-G30S.[19] |
| 15 |
|
Sudisman |
01965-11-2222 November 1965 |
01966-12-011 Desember 1966 |
Kepala Komando Darurat Biro Politik |
Kritik-Otokritik / Rekonstruksi Jaringan |
Mengorganisasi sisa-sisa sel partai secara klandestin setelah perburuan massal 1965. Ditangkap oleh otoritas militer pada Desember 1966 dan dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Militer Luar Biasa.[20] |
| 16 |
 |
Oloan Hutapea |
01967-01-011 Januari 1967 |
01968-08-066 Agustus 1968 |
Ketua Komite Sentral PKI Bawah Tanah (Faksi Blitar) |
Maoisme / Gerilya Rakyat Bersenjata |
Memimpin basis perlawanan bersenjata terakhir di hutan-hutan Blitar Selatan. Menolak garis parlementer dan memilih jalur konfrontasi fisik. Tewas akibat luka parah dalam Operasi Trisula yang digelar oleh Kostrad.[e][20] |