Dinasti Ming memerintah Tiongkok sejak 1368 hingga 1644 setelah menggulingkan Dinasti Yuan (Mongol). Dinasti ini runtuh setelah mengalami banyak huru-hara pemberontakan petani dan akhirnya digantikan oleh Dinasti Qing (Manchu). Enambelas kaisar telah berkuasa dalam kurun waktu 276 tahun. Setelah runtuhnya Dinasti Ming, beberapa pangeran marga Zhu mengklaim hak atas tahta dan berusaha membangkitkan kembali dinasti ini. Rezim ini dikenal dengan Ming Selatan yang berakhir setelah Kaisar Yongli dihukum mati tahun 1662.
1 Gelar anumerta dan nama kuil sering kali sama dengan kaisar-kaisar dari dinasti lainnya. Untuk membedakannya gelar ini biasanya didahului oleh nama dinasti yang bersangkutan. Sebagai contoh dalam Dinasti Ming ini, Kaisar Hongwu juga dikenal dengan nama Ming Taizu.
2 Kaisar Yongle merebut tahta setelah mengudeta keponakannya, Kaisar Jianwen yang secara resmi dinyatakan tewas terbakar bersama istananya di Nanjing, namun desas-desus mengatakan dia selamat dan hidup membiara setelah kejatuhannya. Kaisar Yongle berusaha menghilangkan semua hal yang berhubungan dengan keponakannya sehingga tidak memberikannya nama kuil.
3 Kaisar Zhengtong ditawan Mongol dalam Insiden Tumubao (1449). Adiknya mengisi kevakuman kuasa selama masa ini. Setelah dibebaskan Mongol, Kaisar Zhengtong kembali ke Tiongkok tetapi diasingkan adiknya sendiri. Belakangan dia berhasil merebut kembali tahtanya setelah kematian adiknya, lalu mengubah nama rezimnya menjadi Tianshun.