Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 7 meter dan bersumber dari mata air Gunung Slamet. Aliran airnya relatif tidak terlalu deras dan mengalir melalui bebatuan sehingga membentuk undak-undakan alami.[1] Di bawah air terjun terdapat kolam alami dengan air yang jernih dan sejuk yang dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air dan berendam. Kawasan sekitar curug juga didominasi pepohonan hijau dan pemandangan alami pegunungan.[2]
Fasilitas
Fasilitas yang tersedia di kawasan wisata meliputi toilet, kamar mandi atau area bilas, gazebo dan pendopo, warung makan, area berkemah, serta vila di sekitar curug, termasuk vila berkonsep bangunan kayu.[1]
Selain unsur wisata alam, di kawasan Curug Bayan juga terdapat pondasi jembatan peninggalan Jepang dan surge tankPLTA Ketenger yang dibangun pada masa kolonial Belanda.[3]