Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.
Cublak-cublak Suweng adalah lagu daerah Jawa Tengah. Lagu tradisional ini digunakan sebagai pengiring dalam permainan tradisional Jawa yang memiliki nama yang sama yaitu Dolanan Cublak-cublak Suweng.[1][2]
Permainan tradisional cublak-cublak suweng biasa dimainkan oleh anak-anak desa di pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah.[3] Permainan cublak-cublak suweng diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang kalah pertama kali. Anak yang kalah akan berperan sebagai Pak Empong dan berbaring terlungkup di tengah. Setelah itu, anak-anak yang lain akan duduk melingkarinya dan meletakkan satu tangan di atas punggung Pak Empong dengan telapak tangan terbuka ke atas. Kemudian, biji/kerikil mulai dipindahkan dari telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya dengan iringan lagu Cublak-cublak Suweng.[3]
Lagu ini mengandung makna simbolik, di mana suweng (biji/kerikil) digunakan sebagai representasi pengetahuan atau informasi yang bernilai dan perlu dicari. Informasi tersebut dapat kehilangan maknanya atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak memiliki pemahaman yang memadai. Sebaliknya, individu yang memiliki pengalaman dan pemahaman akan mampu membedakan antara hal yang benar dan yang keliru, termasuk mengenali unsur ketidakbenaran, yang kemudian dipandang sebagai sesuatu yang tidak layak untuk dipercaya.[4]
Lirik
Cublak-cublak suweng Suwengé ting gelèntèr Mambu ketundhung gudèl Pak Empong léra-léré Sapa ngguyu ndhelikaké Sir, sir pong dhelé kopong Sir, sir pong dhelé kopong.
Lirik sapa ngguyu ndhelikaké merupakan pertanda biji/kerikil harus segera disembunyikan oleh anak yang menerimanya dalam genggaman. Pada akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, berpura-pura menyembunyikan kerikil, sambil menggerak-gerakkan tangan.[3]
Pak Empong bangun dan menebak di tangan siapa biji/kerikil disembunyikan. Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji/kerikil bergantian menjadi Pak Empong. Bila salah, Pak Empong kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.[5]
Dalam budaya populer
Lagu ini pernah dinyanyikan oleh Melly Manuhutu pada tahun 1991 dan dipakai di iklan kendaraan Mitsubishi Colt T120ss.