Pada 27 Desember 1913, John Treadwell Nichols menerbitkan edisi pertama Copeia. Edisi ini terdiri dari selembar kertas tunggal yang dilipat menjadi empat halaman informasi dengan lima artikel. Sampul pamflet tersebut memuat tulisan: "Diterbitkan oleh para kontributor untuk memajukan ilmu pengetahuan tentang vertebrata berdarah dingin." Pada tahun 2020, American Society of Ichthyologists and Herpetologists memberikan suara untuk mengubah nama jurnal tersebut menjadi Ichthyology & Herpetology.[2]
Perubahan nama
Jurnal ini awalnya dinamai menurut Edward Drinker Cope, seorang herpetologis, naturalis, dan paleontolog ternama abad ke-19 yang mengidentifikasi ribuan spesies vertebrata. Pada tahun 2020, anggota perhimpunan mengajukan isu agar nama jurnal tersebut diubah karena Cope, seorang pengikut Lamarckisme yang gigih, memamerkan pandangannya tentang ras dan perempuan yang dianggap sangat ofensif, bahkan pada masa hidupnya di era Perang Saudara. Rekan sekaligus kolega mudanya, Charles R. Knight, tercatat mendeskripsikan Cope sebagai orang yang memiliki "mulut paling kotor" di antara semua kenalannya.[3]
Editor jurnal, W. Leo Smith, secara resmi merekomendasikan perubahan nama jurnal pada 29 Juni 2020 kepada Dewan Gubernur perhimpunan.[2] Komite Eksekutif dan Dewan Gubernur American Society of Ichthyologists and Herpetologists setuju untuk mengubah nama jurnal tersebut pada 2 Juli 2020.[4] Jurnal ini resmi berganti nama menjadi Ichthyology & Herpetology pada awal tahun 2021.[5] Pada 19 Maret 2021, tiga artikel pertama dari Ichthyology & Herpetology diterbitkan secara daring. Ketiga artikel tersebut membahas sejarah, konteks, dan alasan perubahan nama,[6] termasuk pengantar dari editor jurnal, wawancara dengan individu-individu yang menyuarakan keprihatinan tentang nama jurnal, dan sebuah esai (The Exact and Very Strange Truth) oleh penulis John Nichols, yang merupakan cucu dari pendiri jurnal tersebut, John Treadwell Nichols.