Sebagaimana namanya, codot ini memiliki ukuran tubuh yang paling besar di antara genusCynopterus di Indonesia. Di antaranya, memiliki panjang total tengkorak antara 35-39 mm (spesies lainnya < 33,7mm); panjang lengan bawah 74–83mm (lainnya < 76mm); panjang betis 29–33mm (lainnya < 27,6mm); dan panjang kaki belakang 19–22mm (lainnya < 18,5mm).[2]
Memiliki garis putih di tepi cuping telinga; panjang cuping telinga 18–21mm.[2] Tubuh berwarna coklat gelap.
Pemanfaatan dan konservasi
Di beberapa tempat, codot ini kadang-kadang diburu untuk dimakan. Akan tetapi sejauh ini populasinya masih dianggap aman, sehingga IUCN menetapkannya pada status Least Concern (LC).[3]
↑Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of the Indomalayan Region: a systematic review. Nat. Hist. Mus. Pub. – Oxford Univ. Press. Pp. 80
↑Wilson, D.E. & D.M. Reeder. 2005. Cynopterus titthaecheilusDiarsipkan 2012-10-23 di Wayback Machine., pada laman Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference. Third Edition. (online). Diakses pada 14-09-12.