Codot ini terancam oleh pestisida, gangguan oleh manusia dan perburuan berlebih di masa lalu. Namun, ancaman utama mereka adalah kerusakan habitat.
Sebagian besar ditemukan di Afrika, hewan ini berbulu cokelat kekelabuan dengan bagian putih di dasar telinganya, baik pada jantan maupun betina. Hewan ini memiliki perilaku kawin di mana jantan barangkali akan bertengger lalu menyuarakan panggilan "ping" yang bising setiap 1-3 detik untuk memikat betina.[2]
Jantan dapat dibedakan dengan betina dengan mudah, karena memiliki kantung mirip kelenjar di kulit lehernya, yang dikelilingi oleh kuncung bulu yang cerah. Hal ini menjadi alasan nama umumnya, "codot-skoder gambia" ("Gambian epauletted fruit bat"), diberikan, karena kuncung tersebut mirip seperti skoder. Selain itu, jantan umumnya lebih besar datri betina. Kedua jenis kelamin memiliki telinga bulat yang kecil, dengan misai mirip anjing.[3]
Panjang kepala-tubuh mereka biasanya adalah 125–250mm (5–10in), serta memiliki rentang sayap sekitar 508mm (20in) untuk jantan. Bobotnya berkisar antara 40 hingga 120g (1,4 hingga 4,2oz), sementara lengan depan mereka sepanjang 60–100mm (2–4in). Hewan ini juga memiliki ekor yang sukar terlihat, tertutup oleh membran interfemoral mereka.[4][5][6][7]