Sinopsis
Cantik dan sedikit liar. Itulah Lestari cewek berusia 20 tahun. Dalam keseharian, Lestari tinggal bersama Ranti di sebuah pemukiman kumuh. Ranti bekerja sebagai pembantu di rumah pasangan Divo dan Naomi, yang memiliki seorang anak bernama Nadya. Divo adalah seorang pengusaha muda dan sukses. Bersama keluarga Divo tinggal pula Fanny adik Divo, serta Karin, ibu mertua Divo.
Hingga suatu hari datanglah musibah, Naomi dikabarkan tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat, dan tubuhnya tidak berhasil ditemukan. Kematian Naomi membawa trauma dan kesedihan yang mendalam bagi keluarga terutama Karin, yang kemudian menyalahkan Divo sebagai penyebab Naomi meninggal dunia. Alhasil Karin bersikap dingin dan membenci Divo.
Suatu hari, Lestari bertemu Divo saat hendak mencuri roti untuk anak-anak miskin. Lestari lantas memanfaatkan Divo untuk membantu dia kabur. Divo yang kesal dengan sikap Lestari, berharap tidak bertemu kembali. Siapa sangka, siang harinya mereka justru bertemu kembali di rumah Divo. Rupanya Ranti meminta Lestari mengantarkan cucian kering ke rumah majikannya. Divo yang menganggap Lestari adalah seorang pencuri, berniat membawa gadis itu ke kantor polisi. Untunglah Lestari berhasil meyakinkan Divo.
Sewaktu tiba di rumah, Lestari mendapati teman-teman kecilnya menangis sedih lantaran pemukiman kumuh tempat mereka tinggal akan digusur oleh Iqbal, pengusaha yang juga seorang tokoh pendidikan. Iqbal berniat mendirikan kampus baru di tanah miliknya tersebut.
Meski itu tanah miliknya, Iqbal tetap akan memberikan ganti rugi bagi penduduk yang tinggal di sana. Namun Lestari menganggap bahwa pemberian ganti rugi tidak akan menyelesaikan masalah para penduduk yang digusur. Lestari yang melontarkan protes, lantas melempari kaca mobil Iqbal, hingga melukai salah seorang anak buah Iqbal. Tidak terima, Iqbal kemudian melaporkan perbuatan Lestari itu pada polisi. Akibatnya, Lestari harus merasakan dinginnya sel tahanan.
Ranti yang mengenali Iqbal sebagai orang tua angkat Divo lantas meminta bantuan majikannya itu untuk membebaskan Lestari. Berkat bujukan Divo, Iqbal bersedia membebaskan Lestari sekaligus mencabut tuntutannya. Masalah satu selesai, muncul masalah lain. Penduduk kampung tempat Lestari tinggal, tidak mau menerima kehadiran gadis itu. Mereka sudah muak dengan tingkah Lestari yang gemar mencuri makanan. Mereka juga menganggap Lestari dipenjara lantaran ketangkap basah mencuri. Sia-sia saja Lestari membela diri, karena warga kampung tetap bersikeras menolaknya. Lantaran iba, Divo lantas membawa Lestari tinggal di rumahnya.