Sinopsis
Fitri, gadis polos dan baik hati dari Wonogiri, datang ke Jakarta untuk menikah dengan Firman. Namun, pernikahan batal karena Firman meninggal dalam kecelakaan. Keluarga Firman menyalahkan Fitri, terutama Bu Asih. Saat takziah, Fitri bertemu Farrel. Saat berniat menetap di Jakarta, Fitri kehilangan uangnya di terminal dan akhirnya bekerja di warung soto milik Maya, anak orang kaya yang diusir karena menikah dengan pria miskin. Fitri kemudian berjualan jamu dan secara tak sengaja bertemu lagi dengan Farrel. Fitri kemudian bekerja sebagai sekretaris, lalu cleaning service di kantor Farrel. Cinta mulai tumbuh antara Fitri dan Farrel, meski Moza—tunangan pilihan orang tua Farrel—terus mengganggu. Farrel menolak rencana ayahnya, Pak Hutama, untuk ke Singapura, dan lebih memilih Fitri daripada warisan. Keluarga Farrel menentang hubungan mereka, tetapi akhirnya luluh melihat ketulusan cinta mereka. Moza akhirnya berpasangan dengan Tristan, tetapi gagal menikah karena beda usia. Aldo, yang sempat dekat dengan Fitri, menikah dengan Kayla, adik Farrel, tetapi rumah tangganya tidak harmonis karena campur tangan keluarga.
Untuk mengambil hati Bulik Rini, Farrel menyamar menjadi Fathan dan bekerja dengannya. Ia bertemu Nabila yang sempat jatuh cinta padanya, tetapi akhirnya mendukung cinta Farrel dan Fitri. Bulik Rini akhirnya merestui hubungan mereka setelah tahu siapa Farrel sebenarnya. Masalah kembali muncul saat Mischa—mantan kekasih Farrel—kembali dan mengaku Nadine, anaknya, adalah anak Farrel. Mischa lalu sakit kanker dan menitipkan Nadine kepada Fitri. Farrel tetap setia pada Fitri meski muncul pesaing baru, Edo, pria kaya yang juga mencintai Fitri. Akhirnya, Farrel berhasil memenangkan hati Fitri dan mendapatkan restu dari keluarga, kecuali dari Oma. Namun, sebelum pernikahan, Fitri mengalami kecelakaan dan jatuh ke sungai saat pulang kampung.