Desa Cibitung Tengah memiliki luas wilayah ±1.047 hektare yang terdiri atas:[3]
Areal persawahan: 176 ha
Perkebunan: 523 ha
Perkampungan, sarana sosial, jalan, dan lain-lain: 148 ha
Pembagian administratif
Desa Cibitung Tengah terbagi menjadi 5 RW dan 22 RT.[3]
Demografi
Jumlah penduduk
Penduduk Desa Cibitung Tengah berjumlah 7.389 jiwa dengan kepadatan 7.057 jiwa/km².[2]
Mata pencaharian
Mata pencaharian penduduk Desa Cibitung Tengah (2001)[2]
No.
Pekerjaan
Jumlah (orang)
Persentase
1
Petani
1.920
43,7%
2
Buruh
1.440
32,8%
3
Wiraswasta
480
10,9%
4
Karyawan
252
5,7%
5
PNS
240
5,5%
6
Lainnya
60
1,4%
Total
4.392
100%
Kondisi pertanian
Areal persawahan di Desa Cibitung Tengah mampu ditanami padi maksimal tiga kali dalam setahun. Namun, hasil pertanian sering tidak memuaskan karena beberapa faktor:[2]
Serangan hama wereng
Ketidakseimbangan harga obat-obatan dengan harga jual gabah
Terganggunya sistem pengairan akibat kegiatan penambangan batu dan pasir di Sungai Ciampea
Minimnya sumber daya petani di bidang pertanian
Kondisi tersebut menyebabkan banyak petani menjual lahan pertaniannya untuk dijadikan modal usaha.[2]
Pendidikan
Fasilitas pendidikan formal
Berdasarkan data desa, terdapat beberapa fasilitas pendidikan di Desa Cibitung Tengah:[3]
4 Taman Kanak-kanak (TK)
4 Sekolah Dasar (SD)
6 Madrasah Ibtidaiyah (MI)
2 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)
1 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)
Pada awal tahun 2000-an, pernah diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) yang dikelola oleh tokoh masyarakat setempat, dengan tenaga pengajar dari kalangan kiai dan sarjana di wilayah sekitar.[4]
Pendidikan keagamaan
Terdapat sekitar enam pondok pesantren dan lembaga pengajian yang dikelola oleh ulama setempat. Santri tidak hanya berasal dari daerah sekitar, tetapi juga dari luar daerah seperti Jabodetabek dan luar Jawa.[5]
Sarana dan prasarana
Sarana peribadatan
Kegiatan keagamaan di Desa Cibitung Tengah cukup berkembang, ditandai dengan adanya pengajian rutin, tamrinul khutbah, dan organisasi kepemudaan Islam seperti HAMDI (Himpunan Angkatan Muda Dakwah Islam) dan IRMACI.[6] Pada tahun 2006, para pemuda desa mengadakan rangkaian kegiatan pengajian tingkat desa.[6]
Pembinaan muallaf
Di desa ini terdapat pembinaan khusus bagi muallaf yang ingin mempelajari ajaran Islam.[6]
Fasilitas olahraga
Masyarakat membentuk beberapa klub olahraga di tingkat RT/kampung, antara lain:[3]
PORCIMA (Persatuan Olahraga Cibitung Maduhur) di Kampung Cibitung Tengah Utara (RT 11/RW 03)
BERLAP (Persatuan Olahraga Ember dan Lap) yang beranggotakan para pencuci mobil
BSW (Babakan Sekar Wangi) dengan dua klub: PS Sekar dan PS Wangi
Group Qasidah Nurul Anwar (Pondok Pesantren Nurul Anwar, RT 12)
Seni bela diri
Masyarakat menganut berbagai aliran seni bela diri, antara lain Silat Cimande dan ilmu kesucian Al-Hikmah.[3]
Ekonomi
Pasar
Masyarakat memiliki pasar tradisional yang awalnya beroperasi setiap hari Jumat (Pasar Jumat), namun kini telah beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.[8]
Keragaman mata pencaharian
Pola mata pencaharian penduduk bervariasi menurut wilayah:[2]
Cibitung Tengah bagian Barat: Banyak bekerja sebagai sopir angkutan pedesaan
Cibitung bagian Selatan (dekat kaki Gunung Salak): Mayoritas sebagai tukang bangunan
Cibitung Kaum: Banyak bekerja sebagai PNS, karena dahulu merupakan pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam