Demografi
Pada umumnya penduduk kabupaten Bogor, demikian juga di Cibinong, merupakan suku Sunda, serta suku pendatang lainnya seperti Jawa, Cirebon, Betawi, Batak, Minangkabau , Bugis dan lainnya.[4] Bahasa yang digunakan umumnya Sunda, selain dari bahasa resmi bahasa Indonesia.
Tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Cibinong sebanyak 346.426 jiwa, dengan luas wilayah 41,52 km² dan kepadatan 7.292 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Cibinong berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 92,48%, kemudian Kekristenan 6,47% di mana Protestan 4,69% dan Katolik 1,78%. Sebagian lagi menganut Buddha yakni 0,62%, Konghucu 0,26%, Hindu 0,16% dan Kepercayaan 0,01%.[2]
Bahasa
Meskipun Kecamatan Cibinong adalah Ibukota dari Kabupaten Bogor yang dikenal sebagai Pusat Budaya Sunda. Namun saat ini, Cibinong menjadi wilayah perkotaan yang sangat urban dan menjadi daerah yang dihuni oleh banyak suku pendatang, sehingga menyebabkan adanya keragaman bahasa di Cibinong. Bahasa daerah yang dominan di Cibinong yakni Bahasa Sunda Bogor sebagai bahasa asli dan Bahasa Betawi Ora yang umumnya dituturkan oleh para pendatang ber-etnis Betawi dari wilayah Jabodetabek yang kemudian tinggal secara turun temurun di Wilayah Cibinong.
Sa
Berikut merupakan persebaran bahasa daerah per-kelurahan/desa di Kecamatan Cibinong.
Zona Dominasi Bahasa Sunda Bogor (Mayoritas Sunda)
- Karadenan
- Nanggewer
- Nanggewer Mekar
Zona Campuran Bahasa (Sunda dan Betawi)
Keterangan: Wilayah ini merupakan zona transisi antara Bahasa Sunda dengan Bahasa Betawi sehingga persebaran bahasanya tidak merata.
- Pakansari
- Sukahati
- Cibinong
- Ciriung
- Cirimekar
Zona Dominan Bahasa Betawi
- Pondok Rajeg
- Tengah
- Pabuaran
- Paburan Mekar
- Harapan Jaya
Bahasa Sunda di Kecamatan Cibinong saat ini semakin tergeser oleh dominasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Betawi dikarenakan semakin banyakanya pendatang bermukim di wilayah Cibinong. Selain itu, Bahasa Betawi dan Bahasa Indonesia semakin sering digunakan karena dianggap lebih mudah untuk dipakai sebagai bahasa pengantar dengan para pendatang yang bukan penutur asli Bahasa Sunda.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bogor sedang gencar mengembalikan identitas kesundaan di Kabupaten Bogor seperti diadakanya Revitalisasi Bahasa Daerah (Sirung Basa) yang menyasar pada penguatan pembelajaran Bahasa Sunda di sekolah-sekolah.
Selain itu, Bahasa Sunda kini mulai diajarkan sejak jenjang Paud/TK/RA. Pemerintah Kabupaten Bogor juga banyak membangun infrastruktur yang bernuansa kearifan lokal seperti penggunaan papan nama jalan beraksara Sunda, pergantian nama tempat menjadi bernuansa Sunda sebagaimana yang terjadi di RSUD Cibinong menjadi RSUD Bakti Pajajaran.