Desa Cibadak di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menyimpan jejak sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari dinamika pemekaran wilayah di masa lalu. Desa ini lahir dari proses panjang yang berakar pada keberadaan Desa Banjarsari sebagai desa induk. Pada masa itu, Banjarsari membawahi sejumlah dusun yang kemudian berkembang pesat dan mendorong perubahan struktur pemerintahan desa.[1]
Pemekaran wilayah yang berlangsung pada tahun 1980 menjadi titik penting dalam perjalanan Desa Cibadak. Dari proses tersebut, lahirlah dua desa baru: Desa Cibadak dan Desa Banjarsari sebagai desa pemekaran. Nama "Cibadak" diambil dari sebuah dusun lama yang sudah dikenal masyarakat, sehingga memiliki keterikatan kuat dengan identitas sosial dan budaya setempat.[2]
Desa in Jawa Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Desa in Jawa Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Cibadak (bahasa Sunda:ᮎᮤᮘᮓᮊ᮪code: su is deprecated , translit.Cibadak, pengucapan bahasa Sunda:[t͡ʃibadak]) adalah desa di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.[5][6] dengan 3 Dusun yaitu Cibeureum, Mekarsari, dan Wanayasa, Di Desa ini terdapat Masjid Agung Banjarsari yang bernama "At-Taqwa", Desa ini juga sebagai Pusat Pasar dan Terminal Kecamatan Banjarsari, Ditambah lagi dengan Adanya Stadion Futsal Banjarsari, Lapangan Futsal paling berkualitas se-Kabupaten Ciamis, Desa Cibadak Pun Menjadi sebuah cerita tentang adanya kolonial belanda yang saat itu menjajah Bumi Pertiwi, dengan adanya ciri Rumah Kolonial belanda di Samping Masjid Agung Banjarsari, tetapi sepertinya sekarang sudah berlalu dan tempat itu dijadikan sebagai Tempat Pool Budiman bukan hanya itu, Di Desa Cibadak ini juga terdapat Sekolah Menengah Petama yang paling di sukai dan Terfavorit yaitu SMP Negeri 1 Banjarsari.
Pemerintahan
Pembagian administratif
Desa Cibadak terdiri dari 3 dusun, yang dibagi menjadi 37 RT dari 8 RW, yakni:[4][7]