Desa Ciater berada pada ketinggian 1.100-1.311 mdpl, dengan suhu rata-rata 18°C hingga 21°C. Desa Ciater termasuk dalam Zona Iklim Sedang dengan curah hujan 2.275mm/tahun. Wilayah Desa seluas 20,93 km2 (atau sekitar 2.093 ha), dengan penggunaan lahan
Permukiman seluas 112,5 Ha;
Perkebunan seluas 993,75 ha
Hutan Lindung dan Rakyat 887,5 ha
Wisata Alam 100 ha
KONDISI GEOGRAFIS & KLIMATOLOGI
Letak Geografis
60 43’ 09” LS - 60 46’ 27” LS , 1070 36’ 54” BT - 60 39’ 51” BT
Di Desa Ciater berlokasi objek wisata pemandian air panas alam.[2] yang cukup ramai di kunjungi pengunjung dan pernah dijadikan lokasi syuting film layar lebar 3 Hari untuk Selamanya (2007).[3]
Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Ciater
Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada tanggal 26 Juli 2019 dan 2 Agustus 2019 hingga hampir 2 bulan lamanya, mendorong niat beberapa warga Desa Ciater untuk membuka wawasan tentang Mitigasi Bencana. Setelah diarahkan dengan rujukan perundangan terkait kebencanaan, maka mengerucutlah pada Peraturan Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa Tangguh Bencana (DESTANA), hingga akhirnya pada hari Kamis 26 September 2019, Desa Ciater memproklamirkan dirinya sebagai Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dalam sebuah musyawarah di Balai Desa Ciater yang dihadiri oleh para Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT serta perwakilan lembaga/organisasi Desa Ciater, dan dikeluarkanlah Surat Keputusan Kepala Desa Ciater Nomor: 141.12/Kep/31/2019 tentang Susunan Tim Relawan Kelompok Kerja DESTANA Ciater
Adanya program Desa Tangguh Bencana di wilayah Desa Ciater Kecamatan CiaterKabupaten subang, ini memiliki nilai positif yang cukup besar baik bagi masyarakat maupun pemerintah Desa Ciater . Banyak pembelajaran tentang kebencanaan yang diperoleh masyarakat dan pemerintah desa. Masyarakat menjadi tahu dan memahami konsep penanggulangan bencana dengan baik, serta apa saja yang perlu dilakukan dalam rangka mengurangi risiko bencana di wilayah Desanya secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh
Dengan program ini pemerintah desa telah memiliki perencanaan dan program-program dalam hal penanggulangan bencana. Berbagai dokumen kajian dan perencanaan telah tersusun, seperti Kajian Risiko Bencana Desa, Perencanaan Penanggulangan Bencana (RPB) Desa termasuk Rencana Aksi Komunitas (RAK) Desa, perencanaan evakuasi Desa, Sistem Peringatan Dini Desa, dan Rencana Kontinjensi Desa, yang dihimpun menjadi satu bundel Dokumen Kesiagaan Desa Tangguh Bencana Ciater, di mana dokumen tersebut dibuat setiap tahun dan diserahkan kepada BNPB, BPBDPropinsi Jabar dan BPBDKab Subang
Lebih lanjut tentang Desa Tangguh Bencana Ciater dapat dilihat di sini