Penduduk di sepanjang Ci Sanggarung memanfaatkan sungai ini untuk pertanian dan perikanan, baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala. Di bagian hilir, sungai ini cukup besar untuk dimasuki oleh perahu-perahu nelayan. Derasnya aliran Ci Sanggarung juga dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian melalui beberapa pintu air dan bendungan. Terdapat dua waduk di daerah aliran sungai ini, yakni Waduk Darma di hulu Ci Sanggarung dan Waduk Cileuweung di anak Ci Sanggarung di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.
Masalah
Ci Sanggarung melewati Kabupaten Kuningan dan tangkapan air hulu Waduk Darma Kabupaten Kuningan. Warga dua desa di daerah hulu Sungai Ci Sanggarung dan Sungai Ci manuk di Kecamatan DarmaKabupaten Kuningan sebelah selatan Waduk Darma, dalam beberapa bulan terakhir dilanda kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangganya. Kedua desa tersebut adalah Desa Sukarasa dan Desa Cageur yang berada di dataran tinggi sekitar perbatasan antara wilayah Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Ciamis. Air bersih tersebut, diambil dan diangkut mobil bak tersebut dari mata air Balong (kolam) Keramat Darmaloka, di Desa Darma yang terpaut jarak sekitar 8 Kilometer dari Dusun Wawarung.
Dilihat dari sisi geografis serta pada peta sungai di Jawa Barat, posisi Desa Sukarasa dan Desa Cageur berapa pada daerah puncak punggungan dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Dataran tinggi tempat Desa Sukarasa dan Desa Cageur berada di sekitar perbatasan tiga kabupaten itu, merupakan bagian daerah tangkapan air Waduk Darma, serta sebagai salah satu daerah hulu dari Sungai Cisanggarung dan Sugai Cimanuk. Bahkan bagian selatan wilayah Desa Cageur, di antaranya juga merupakan daerah tangkapan air anak Sungai Ci Jolang.[4]