Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunagara memiliki luas 1360Â km2 mencangkup tiga kabupaten yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Indramayu. DAS Cipunegara berbentuk memanjang dengan topografi bergunung-gunung di bagian hulu dan daerah landai di bagian hilir.[1] DAS Cipunagara terbagi lagi menjadi lima sub-DAS lainnya terdiri dari 74 anak sungai. Anak sungai terbesarnya adalah Sungai Cikandung yang berhulu di Gunung Tampomas. Beberapa anak sungai yang bermuara ke sungai Cipunagara yaitu:
Penduduk di sepanjang Sungai Cipunagara memanfaatkan aliran sungai untuk sumberdaya perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala. Besarnya debit air Sungai Cipunagara juga dimanfaatkan untuk pengairan/ irigasi lahan pertanian melalui beberapa cekdam, pintu air atau bendung seperti Bendung Salam Darma di Dusun Salam Darma, Desa Mangunjaya, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Bendung ini dibangun oleh pemerintah kolonial belanda pada tahun 1923 untuk mengairi lahan pertanian seluas 11.664 Hektar di Kabupaten Subang dan 24.504 Hektar di Kabupaten Indramayu.
Perubahan tutupan lahan dapat sangat memengaruhi hidrologi DAS dan kualitas air. Urbanisasi dan pembangunan dapat meningkatkan tutupan lahan kedap air, menyebabkan lebih banyak air mengalir di permukaan daripada meresap ke dalam tanah. Hal ini dapat mengurangi pengisian ulang air tanah dan aliran dasar sungai, atau aliran yang terjadi selama musim kemarau. Deforestasi dan pembukaan lahan pertanian di kawasan hulu seringkali disertai dengan peningkatan erosi tanah dan beban sedimen di kawasan hilir. Jenis penggunaan lahan lainnya berkaitan dengan pencemaran air, misalnya, pertanian yang dapat meningkatkan beban pestisida dan nutrisi (nitrogen dan fosfor) dari pupuk. Urbanisasi dan industrialisasi di dalam DAS dapat menyebabkan kontaminasi dari berbagai macam bahan kimia yang digunakan di rumah tangga dan industri.
Jenis Perubahan Tutupan Lahan
Dampak pada Hidrologi DAS
Dampak pada Kualitas Air
Urbanisasi
Meningkatkan tutupan kedap air, mengurangi peresapan air, dan meningkatkan limpasan permukaan.
Kontaminasi dari limbah rumah tangga, industri, dan bahan kimia berbahaya.
Deforestasi
Meningkatkan limpasan permukaan, mengurangi infiltrasi air, dan menyebabkan fluktuasi debit air yang ekstrem.
Peningkatan erosi dan sedimentasi, degradasi habitat akuatik.
Pertanian
Dapat meningkatkan limpasan permukaan, terutama jika vegetasi alami berkurang.
Peningkatan beban nutrisi dari pupuk dan kontaminasi pestisida.