Christiane Martel (lahir dengan nama Christiane Magnani), (lahir 18 Januari 1935 di Nancy, Prancis) adalah aktris dan ratu kecantikan Prancis-Meksiko yang memenangkan kontes Miss Universe yang diadakan pada tahun 1953 mewakili negaranya, Prancis. Ia menjadi pemenang kedua dalam sejarah kontes Miss Universe.[1]
Ia merupakan satu-satunya perempuan asal Prancis yang memegang gelar Miss Universe hingga Iris Mittenaere pada tahun 2016. Ia juga termasuk salah satu bintang terakhir yang masih hidup dari era Keemasan sinema Meksiko.
Biografi dan karier
1935–1952: Tahun-tahun awal
Christiane Magnani lahir pada 18 Januari 1935 di Nancy, Prancis. Ia adalah putri dari George Magnani, seorang keturunan Italia, dan ibu berkebangsaan Prancis bernama Nyonya Magnani. Ia juga merupakan adik dari Georgette Magnani.[2][3]
Selama Perang Dunia II, ia dan keluarganya pindah ke wilayah barat Prancis untuk mengungsi.[4]
Kariernya dalam dunia kontes kecantikan dimulai pada tahun 1952, ketika pamannya membantunya mendaftar ke ajang pertamanya, Miss Châtellerault, yang kemudian berhasil ia menangkan.[2][4] Pada masa itu, ayahnya yang bekerja sebagai operator proyektor di sebuah bioskop di Paris,[5] menyarankan agar ia mengganti nama belakangnya dari “Magnani” menjadi “Martel.” Tujuannya agar ia dapat terus berkompetisi dengan citra sebagai model asal Prancis, sebab nama keluarganya berasal dari Italia.[6]
Pada tahun 1953, majalah Cinémonde, yang bertanggung jawab memilih perwakilan Prancis untuk ajang Miss Universe tahun itu, memilihnya sebagai pengganti Sylviane Carpentier yang menolak untuk berpartisipasi.[6] Menggunakan nama Christiane Martel, ia berhasil masuk dalam lima besar finalis dan akhirnya dinobatkan sebagai pemenang gelar Miss Universe 1953.[7]
Kemenangannya menjadikannya wanita Prancis pertama yang berhasil meraih gelar Miss Universe. Selain itu, keberhasilannya tersebut juga memberinya kontrak film dengan perusahaan produksi dan distribusi film Amerika Serikat, Universal International Pictures.[4] Dengan demikian, pada tahun 1954, ia memulai debutnya sebagai aktris di masa era keemasan Hollywood, tampil dalam peran-peran pendukung di film Yankee Pasha,[8]Rails Into Laramie,[9] dan So This Is Paris.[10] Pada tahun yang sama, ia menikah dengan warga negara Amerika Serikat bernama Ronnie Marengo, namun pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian pada tahun 1955.[4]
1954–1962: Menetap di Meksiko dan karier akting
Setelah menyelesaikan kontraknya dengan Universal pada Oktober 1954, Martel pindah ke Meksiko untuk membintangi film komedi Abajo el telón, yang dirilis pada tahun 1955.[11]
Ketika tiba, Meksiko sedang menikmati masa Zaman Keemasanperfilman Meksiko, di mana Martel mendapatkan sambutan yang jauh lebih positif dibandingkan dengan karier singkatnya di era emas perfilman Amerika Serikat. Di Hollywood, ia hanya memperoleh peran-peran kecil, sedangkan di Meksiko ia dianggap sebagai aktris penting. Hal tersebut membuatnya memutuskan untuk menetap di negara tersebut dan melanjutkan karier aktingnya.
Selama periode itu, ia membintangi sejumlah film terkenal pada masa kejayaan perfilman Meksiko, di antaranya Corazón salvaje (1956), di mana suaranya diisi oleh seorang aktris yang tidak diketahui namanya,[12]Bataclán mexicano,[13]Una lección de amor,[14] dan Adán y Eva (1955).[15]
Setelah berakhirnya era Zaman Keemasan perfilman Meksiko pada tahun 1956, karier akting Martel berlanjut selama empat tahun berikutnya. Ia tampil dalam berbagai proyek film di Meksiko, Amerika Serikat, dan Italia, termasuk dalam film-film seperti ¡Viva el amor!,[16]Señoritas,[17]The Little Savage,[18]Yo pecador,[19]Tipi da spiaggia,[20]Infierno de almas,[21]Poker de reinas,[22]Juana Gallo,[23]Rosa blanca, dan Tharus figlio di Attila. Film terakhir tersebut dirilis pada tahun 1962 dan menjadi penampilan terakhirnya sebagai aktris.[24]
1962–2004: Kiprah politik
Alasan utama Martel pensiun dari dunia akting adalah pernikahannya pada tahun 1961 dengan pengusaha sekaligus politisi Meksiko, Miguel Alemán Velasco, yang merupakan putra dari mantan Presiden Meksiko (1946–1952) Miguel Alemán Valdés dan Beatriz Velasco, yang pernah menjabat sebagai ibu negara selama masa pemerintahan suaminya.[25]
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat anak: Carla, Claudia, Mónica, dan pengusaha Miguel Alemán Magnani.[26]
Melalui pernikahan dengan Alemán, Martel memperoleh kewarganegaraanMeksiko, yang memungkinkannya untuk menjabat sebagai ibu negara Negara Bagian Veracruz dari tahun 1998 hingga 2004, setelah suaminya memenangkan pemilihan gubernur negara bagian tersebut.[27]
Selama masa keterlibatannya dalam kegiatan sosial-politik, Martel menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Sierra de Otontepec. Ia bahkan mempelajari dasar-dasar bahasa Nahuatl agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan penduduk setempat di sejumlah komunitas pedesaan.[28]
2017–2022: Kemunculan singkat dan masa pensiun
Pada tahun 2017, Martel tampil sebagai tamu dalam acara televisi Sale el Sol,[2][29]
dan setahun kemudian menerima penghargaan khusus Diosa de Plata dari PECIME atas kontribusi dan perjalanan kariernya di dunia seni peran, dalam acara penghargaan ke-47 yang digelar pada 25 April 2018.[30]
Namun, antara tahun 2021 dan 2022, Martel menarik diri sepenuhnya dari kehidupan publik setelah dua kontroversi besar yang memengaruhi reputasinya dan keluarganya.
Kontroversi pertama berkaitan dengan dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh putranya, Miguel Alemán Magnani, yang mengabaikan kewajiban pembayaran pajak atas maskapai Interjet miliknya. Kasus tersebut membuatnya dicari oleh Interpol melalui red notice atas tuduhan penipuan fiskal.[31]
Kontroversi kedua muncul setelah pernyataan César Augusto Infante, seorang pria yang mengaku sebagai cucu dari mendiang aktor dan penyanyi legendaris Pedro Infante. Ia menuding—tanpa menyebut nama langsung—bahwa seorang mantan Miss Universe asal Prancis menjalin hubungan rahasia dengan Pedro Infante, yang kemudian dikaitkan dengan dugaan kematian palsu sang aktor serta klaim bahwa ia hidup dalam penyekapan hingga tahun 1983 sebelum muncul kembali dengan identitas baru sebagai Antonio Pedro.[32]
Pernyataan tersebut memicu gelombang kritik dan hujatan terhadap Martel di media sosial. Banyak warganet dan sejumlah media menganggap klaim César Augusto sebagai fakta, meskipun tidak ada bukti yang mendukung pernyataan itu.[33][34][35][36]