Caroline Amelia Elizabeth dari Brunswick-Wolfenbüttel (17 Mei 1768–7 Agustus 1821), dikenal sebagai Caroline dari Brunswick, adalah Permaisuri Britania Raya, istri Raja George IV dari 29 Januari 1820 sampai kematiannya pada tahun 1821. Antara 1795 sampai 1820, dia adalah Putri Wales.
Ayahnya adalah penguasa Brunswick-Wolfenbüttel di Jerman, dan ibunya, Putri Augusta, adalah kakak dari Raja George III. Pada 1794, ia bertunangan dengan sepupunya yang juga merupakan anak tertua George III dan pewaris takhta, George, Pangeran Wales, meskipun mereka belum pernah bertemu dan George sudah menikah secara ilegal dengan Maria Fitzherbert. George dan Caroline menikah pada tahun berikutnya, dan sembilan bulan kemudian Caroline memiliki anak, Putri Charlotte dari Wales.
Caroline dari Brunswick sebenarnya hanya dikenal sebagai pengantin kerajaan yang memiliki kebersihan tubuh yang sangat buruk dan berbau tidak sedap. Caroline bertubuh pendek, gemuk, jelek, tidak pernah mengganti pakaian dalamnya, dan jarang sekali mandi. Bau badannya luar biasa menyengat.[1] Earl of Malmesbury, yang ditugaskan membawa Caroline ke Inggris, sangat meragukan kecocokan Caroline dengan George. Dalam catatannya ia menulis tentang usahanya mendorong Caroline untuk mandi:[2]
“Saya berusaha sebisa mungkin, sebagai seorang pria, untuk menanamkan pentingnya perhatian besar dan teliti terhadap setiap bagian dari pakaian, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”“Saya tahu ia mengenakan petticoat kasar, shift kasar, dan stoking katun yang tidak pernah dicuci bersih atau sering diganti,”
dan ia meminta pengurus pakaian Caroline untuk menjelaskan kepadanya,
“bahwa Pangeran sangat teliti dan akan mengharapkan dari istrinya suatu perawatan diri yang panjang dan sangat teliti, yang saat ini sangat ia (Caroline) abaikan—dan akibat kelalaian ini sang Putri menjadi menjijikkan.”