Candi-candi ini merupakan Candi Hindu yang beraliran Syiwa, yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9, dan diduga sebagai candi tertua di Pulau Jawa.Sebelumnya kelompok candi ini terdiri dari Candi Setyaki, Nakula, Sadewa, Petruk, Nalagareng dan Gatotkaca Antawirya, tetapi sekarang hanya Candi Gatotkaca yang masih berdiri, dan dikelompokan dalam keadaan rusak, kemudian dipugar oleh kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (BPCB) Jawa Tengah pada Tahun 1979.[1]
Arsitektur
Dahulu kemungkinan terdapat beberapa bangunan Candi yang membentuk Kelompok Gatotkaca, yaitu Candi Gatotkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Petruk, dan Candi Gareng.[2] Saat ini, selain Candi Gatotkaca, Candi Setyaki juga telah dipugar. Saat ini Candi Nakula-Sadewa telah runtuh dan batu-batunya diletakkan di dekan Candi Gatotkaca. Keberadaan Candi Nakula-Sadewa yang masih berdiri tegak terdokumentasikan oleh fotografer Isidore van Kinsbergen yang menngunjungi Dataran Tinggi Dieng pada tahun 1864. Bentuk arsitektur Candi Nakula-Sadewa mirip dengan arsitektur Candi Gatotkaca.
Candi Gatotkaca berdenah bujursangkar dengan pintu berada pada dinding sisi barat. Pada ketiga sisi dinding yang lain terdapat relung berhias kala-makara.
Letak Candi Gatotkaca
Candi Gatotkaca terletak di sebelah Barat Kompleks Percandian Arjuna, di tepi jalan ke arah Candi Bima, di seberang Museum Dieng Kailasa di Daratan Tinggi Dieng Banjarnegara. Jarak dari Kabupaten Wonosobo sampai candi Gatotkaca sekitar 27km atau +- 1 jam perjalanan . Alamat Candi Gatotkaca di Karangsari, Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah[3]
Rujukan
↑Mertadiwangsa, S. Adisarwono (2013). Banjarnegara, Sejarah, dan Babadnya. Banjarnegara: Pemerintah Daerah Banjarnegara. hlm. 324. ISBN 978-602-991-8-32-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)