Namanya berasal dari keadaan candi ini saat ditemukan, yakni dalam kondisi rusak (bubrah dalam bahasa Jawa) sejak ditemukan. Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, satu periode dengan Candi Sewu.[1]
Candi ini mempunyai ukuran 12 m × 12 m terbuat dari jenis batu andesit, dengan sisa reruntuhan setinggi 2 meter saja. Saat ditemukan masih terdapat beberapa arca Buddha, walaupun tidak utuh lagi.[1] Proses pemugaran telah dilaksanakan, dimulai pada tahun 2016 dan selesai 14 Desember 2017. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp13 miliar.[2]
123Sedyawati, E.; Santiko, H.; Djafar, H.; Maulana, R.; Ramelan, W.D.S.; Ashari, C. (2013). Candi Indonesia: Seri Jawa. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm.145. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)