Sulphur-crested cockatoo range (in red), introduced range (in violet)
Kakatua koki (Cacatua galerita) merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok dari famili Cacatuidae dan genus Cacatua. Selain dikenal dengan kakatua koki juga dikenal dengan nama kakatua jambul kuning. Jenis kakatua ini dapat ditemukan di beberapa daerah bagian timur seperti Australia, Papua Nugini.
Deskripsi
Kakatua koki berukuran antara 45–55cm dengan berat dan berat tubuh sekitar 815–975g dengan jambul sepanjang sekitar 14cm.[2] Kakatua putih memiliki jambul kuning yang besar, penutup telinga bersemu kuning, paruh hitam, dan kaki abu-abu.
Penyebaran dan ras
Burung ini dapat dijumpai di Australia dan seluruh Kawasan Papua dan Tasmania, kecuali beberapa pulau kecil. Spesies kakatua koki terdiri dari empat sub-spesies yang diakui:
Triton (Temminck, 1849) – Papua dan kepulauan di sekitarnya
Eleonora (Finsch, 1867) – Kep. Aru
Fitzroyi (Mathews, 1912) – Australia utara, dari Sungai Fitzroy di barat-laut sampai Teluk Carpentaria di timur-laut
Galerita (Latham, 1790) – Australia timur & tenggara dari Cape York sampai Tasmania.
Tempat hidup
Hidup di habitat yang bervariasi seperti hutan sekunder (termasuk hutan rawa dan hutan di sepanjang sungai), hutan bakau, habitat terbuka, lahan budidaya (termasuk sawah dan perkebunan sawit), savana serta kawasan suburban. Dapat ditemui sampai ketinggian 1.500 m di Australia dan 2.400m di Papua.
Reproduksi
Burung kakaktua koki bersifat monogami alias memiliki satu pasangan selama hidupnya. Ketika jantan sudah mulai birahi, tanda-tandanya mulai menaikkan jambulnya sambing menggeleng-gelenkan ke kanan dan kiri sambil bersuara lembut untuk menarik perhatian si betina[3]
Masa reproduksi burung kakatua koki sekitar antara Mei sampai September di Papua dan Agustus sampai januari di Australia. Telur diletakkan di lubang pohon yang cocok, yang disiapkan oleh kedua indukan dengan 2 sampai 3 telur. Kedua burung juga mengerami dan merawat anakan kakatua koki.
Makanan
Pada waktu pagi biasanya memakan biji-bijian, pada siang hari mereka bertengger di pohon makan tunas dedaunan dan menggigit kulit kayu, menjelang sore mereka makan kembali makan yang kemudian terbang terbang ke pepohonan untuk tidur bersama kelompoknya. Setiap hari mereka memakan di tempat yang sama sampai persediaan makanan habis. Pada umumnya mereka memakan biji-bijian, rumput, tunas-tunas daun, akar-akaran, buah beri dan kacang.[4]