Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa (lahir 21 November 1961) adalah pemeran, pembawa acara, dan penulis Indonesia. Ia merupakan kakak dari Djaduk Ferianto sekaligus putra dari Bagong Kussudiardjo.
Karier
Teater
Butet pernah bergabung di Teater Kita-Kita (1977), Teater SSRI (1978—1981), Sanggar Bambu (1978—1981), Teater Dinasti (1982—1985), Teater Gandrik (1985—sekarang), Komunitas Pak Kanjeng (1993—1994), Teater Paku (1994), Komunitas Seni Kua Etnika (1995—sekarang).[1] Selain itu, Butet merupakan aktor yang biasa memerankan pentas secara Monolog. Aksinya yang sangat terkenal adalah dengan menirukan suara mantan presiden RI, Soeharto dalam setiap pementasannya.[2][3]
Televisi
Ia pernah memerankan tokoh SBY (Si Butet Yogja) dalam Republik Mimpi di Metro TV dan pindah tayang di TV One yang merupakan pameo dari presiden RI, SBY. Selain itu ia juga memerankan beberapa film layar lebar seperti Maskot dan Banyu Biru. Selain itu ia juga tampil dalam beberapa iklan televisi, dan sinetron. Sejak 2010 bersama aktor Slamet Rahardjo dan komedian Cak Lontong, Butet bermain dalam program mingguan Sentilan-Sentilun di MetroTV.[4]
Karier lainnya
Pada tahun 1996, Butet mendirikan Galang Communication, sebuah institusi periklanan dan studio grafis, yang kemudian diikuti dengan mendirikan Yayasan Galang yang bergerak dalam pelayanan kampanye publik untuk masalah-masalah kesehatan reproduksi berperspektif gender. Secara rutin, setiap hari Sabtu malam, Butet tampil bersama Slamet Rahardjo dalam program komedi satire Republik Sentilan Sentilun (dahulu bernama Sentilan Sentilun) di stasiun Metro TV. Program ini diangkat dari monolog Butet dengan judul yang sama, berdasarkan naskah yang ditulis oleh Agus Noor.[5]
Tahun 2011 bersama Agus Noor dan Djaduk Ferianto, Butet menggagas program INDONESIA KITA, sebuah forum pergelaran seni untuk meyakini kembali proses keindonesiaan melalui jalan kesenian dan kebudayaan. Sekarang Butet tercatat sebagai Ketua Yayasan Bagong Kussudiardja.[6]
Program Indonesia Kita adalah pertunjukan berseri pada 2011 yang digagas oleh Butet Kertaradjasa. Ia mengaku program ini dirancang untuk menjadi sebuah forum di mana isu-isu kreatif seperti status Yogya dan pluralisme Indonesia dapat diperdebatkan melalui karya seni.[8]
Berikut adalah daftar judul pertunjukan dalam serial Indonesia Kita:[9]
↑Zighana, Emillo In (2024). "A Cataloged Archive of Butet Kartaredjasa's Acting Career from 1978 to 2022, Presented with Annotations". Melayu Arts and Performance Journal (MAPJ). 7 (2). doi:10.26887/mapj.v7i2.4294.
↑Suprihatien, S.; Damayanti, Rini, — (2020). "Monolog Drama "Matinya Toekang Kritik" Karya Agus Noor (Kajian Teori Reaksi)". Jurnal Ilmiah FONEMA. 3 (2): 99–112. doi:10.25139/fn.v3i2.2804.; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
↑Oktofani, Elisabeth (5 April 2011). "Our Indonesia On the Stage". Jakarta Globe. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Mei 2011. Diakses tanggal 28 November 2025.