Tampak depan dan belakang dari kulit kayuBetulaDaun Betula
Pohon burja umumnya berupa pohon atau perdu berukuran kecil hingga besar dan sebagian besar ada di iklim sedang utara dan iklim subarktik.[4] Daunnya tunggal tersebar, bertepi gerigi tunggal atau ganda, dan bertulang menyirip.[5] Buahnya berupa samara meski sayapnya mungkin tertutupi pada beberapa spesies. Genus ini berbeda dengan Alnus (genus lain dalam suku yang sama), yaitu untai betinanya tidak berkayu dan akan lepas saat dewasa, jatuh berjauhan untuk menjatuhkan benih.
Pepagan semua pohon burja dicirikan dengan lentisel mendatar dan panjang serta sering dipisahkan menjadi lempeng tipis bak kertas, khususnya dari Betula kertas.[6] Warna yang mencolok memberinya nama-nama umum tiap spesies seperti abu-abu, putih, hitam, perak/putih, dan kuning.[7]
Tunasnya terbentuk lebih awal dan tumbuh penuh pada pertengahan musim panas. Tunasnya tumbuh menyamping tanpa tunas terminal yang terbentuk. Cabangnya diperpanjang oleh tunas lateral atas. Kayu semua spesies berbutir rapat dengan tekstur yang halus dan mampu menerima polesan yang bagus. Nilai bahan bakarnya cukup baik.
Dalam Betulaceae, Betula paling dekat berkerabat dengan Alnus. Fosil Betula tertua yang diketahui adalah Betula leopoldae dari Formasi Gunung Klondike di Washington, AS, yang diperkirakan berasal dari awal Eosen (Ypresian) sekitar 49 juta tahun yang lalu.[8]
Ekologi
Pohon burja sering membentuk tegakan berumur merata di tanah yang ringan, berdrainase baik, dan sangat asam. Genus ini dianggap sebagai spesies perintis dan dengan cepat menguasai lahan terbuka terutama pada suksesi sekunder setelah terjadi gangguan atau kebakaran. Pohon burja adalah jenis pohon awal yang menjadi mapan dalam suksesi primer dan dapat menjadi ancaman bagi lahan kerangas jika bibit dan anakan tidak ditekan dengan penggembalaan atau pembakaran berkala. Pohon burja umumnya merupakan spesies dataran rendah, tetapi beberapa spesies, seperti Betula nana, tersebar di pegunungan. Di Kepulauan Britania, terdapat beberapa perbedaan antara lingkungan Betula pendula dan Betula pubescens dibandingkan beberapa hibridisasi meskipun keduanya merupakan "oportunis dalam sistem hutan yang stabil". Jamur mikoriza, termasuk selubung (ekto)mikoriza, ditemukan dalam beberapa kasus bermanfaat bagi pertumbuhan pohon.[9]
Sejumlah besar serangga lepidoptera memakan dedaunan pohon birken.
Pohon Betula berembun di Kangasala, Finlandia, pada Februari 2013
Pohon Betula di tepi sungai di Hankasalmi, Finlandia
Kayu pohon BetulaSapu mandiFinlandia yang disebut vihta dan dianyam dari ranting Betula
Makanan
Budidaya
Obat-obatan
Kertas
Inskripsi kayu pohon Betula yang ditemukan di Novgorod sekitar tahun 1240–1260
Kayu
Budaya
Pohon burja pada musim semi di sebuah taman di Warsawa, Polandia (1939)Hutan pohon burja di Ishkoman, Gilgit-Baltistan, PakistanDaun burja pada lambang kebesaran Karjalohja
Pohon burja mempunyai nilai spiritual yang penting dalam beberapa agama, baik modern maupun historis. Dalam budaya Kelt, pohon burja melambangkan pertumbuhan, pembaruan, stabilitas, inisiasi, dan kemampuan beradaptasi karena pohon ini sangat adaptif dan mampu bertahan dalam kondisi yang keras tanpa tanggapan serius. Bukti kemampuan beradaptasi ini terlihat pada kemampuannya yang mudah dan bersemangat untuk mengisi kembali area yang rusak akibat kebakaran hutan atau pembukaan lahan. Pohon burja juga dikaitkan dengan Tír na nÓg, tanah orang mati dan Aos Sí, dalam cerita rakyat Gaelik. Karenanya, ia sering muncul dalam lagu-lagu rakyat Skotlandia, Irlandia, dan Inggris serta balada yang berkaitan dengan kematian, peri, atau kembali dari kubur. Daun pohon burja perak digunakan dalam festival St. George yang diadakan di Novosej dan desa-desa lain di Albania.[10]
Pohon burja adalah pohon negara bagian New Hampshire dan pohon nasional Finlandia dan Rusia. Pohon burja kuning adalah pohon resmi provinsi Quebec (Kanada). Pohon Ornäsbjörk adalah pohon nasional Swedia. Kata Ceko untuk bulan Maret, Březen, berasal dari kata Ceko bříza yang berarti pohon burja karena pohon ini berbunga pada bulan Maret di tempatnya.
"Berayun" pada pohon burja menjadi permainan umum bagi anak-anak Amerika Serikat pada abad ke-19. Puisi Lucy Larcom, "Swinging on a Birch Tree" (Berayun pada Pohon burja), menceritakan permainan ini.[11]
↑Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Ashburner, K.; McAllister, H.A. (2013). The genus Betula: a taxonomic revision of birches (dalam bahasa Inggris). RBG Kew.
↑Dickson, J.H. (1984). "Pleistocene History of Betula with Special Reference to the British Isles". Proceedings of the Royal Society of Edinburgh, Section B: Biological Sciences (dalam bahasa Inggris). 85 (1–2: Birches): 1–11. doi:10.1017/S0269727000003845.