Distrik kota Bunkyō (文京区code: ja is deprecated , Bunkyō-ku) adalah salah satu dari 23 distrik kota khusus yang terletak di wilayah pusat Metropolis Tōkyō, Jepang. Per 1 Desember 2025, distrik kota ini memiliki estimasi jumlah penduduk sebesar 236.991 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 20.991,23 orang per km², yang terbagi dalam 132.550 KK.[1] Distrik kota ini memiliki luas wilayah sebesar 11,29 kilometer persegi (4,36sqmi).
Wilayah Metropolis Tokyo adalah sebuah prefektur, sehingga kedudukan distrik kota Bunkyō setara dengan munisipalitas. Kota Bunkyō adalah kota sastra, kota pendidikan, dan kawasan perumahan di pusat wilayah Metropolis Tokyo. Sejak zaman Meiji, kota ini menjadi kota pendidikan sehingga menjadi tempat tinggal dosen, politisi, dan ilmuwan. Di kota ini pernah tinggal sastrawan besar seperti Natsume Sōseki, Mori Ōgai, Kenji Miyazawa. Selain itu, kota ini juga merupakan kota pusat rumah sakit, penerbitan, dan percetakan.
Hampir seluruh wilayah distrik kota ini merupakan kawasan permukiman, sekolah, kampus, dan rumah sakit. Landmark seperti Universitas Tokyo, Tokyo Dome, dan Kōdōkan berada di wilayah distrik kota ini. Kawasan perdagangan yang tidak terlalu luas terletak di bagian selatan distrik kota ini. Wilayah yang berbatasan dengan Chiyoda seperti kawasan Honkomagome, Hongō, Koishikawa, Kohinata, dan Mejirodai sejak dulu merupakan kawasan permukiman yang tenang.
Geografi
Foto udara kota Bunkyō
Wilayah distrik kota Bunkyō merupakan daerah yang memiliki banyak tanjakan. Titik terendah berada di kawasan Kōraku-1-chōme (3,1 m dpl) sementara titik tertinggi berada di kawasan Ōtsuka-5-chōme (di atas 30 m dpl).[2]
Iklim
Distrik kota Bunkyō memiliki iklim subtropis lembap (Köppen: Cfa) yang ditandai dengan musim panas yang hangat dan musim dingin yang sejuk dengan sedikit hujan salju. Suhu rata-rata tahunan di Distrik kota Bunkyō adalah 15,0°C. Curah hujan tahunan rata-rata adalah sebesar 1.482mm dengan Oktober sebagai bulan terbasah. Suhu tertinggi rata-rata berada di bulan Agustus, yaitu sebesar 26,5°C, dan terendah di bulan Januari, yaitu sebesar 3,7°C.[3]
Munisipalitas yang berdekatan
Distrik kota Bunkyō berbatasan dengan enam distrik kota istimewa yang berada di wilayah pusat Metropolis Tokyo (yang merupakan bekas wilayah Kota Tokyo), yaitu:
Wilayah ini mulai dihuni manusia sejak 18.000 tahun yang lampau. Di wilayah kota Bunkyō ditemukan 28 situs arkeologi zaman Jomon. Sejumlah gerabah Jomon ditemukan di tumpukan kerang kawasan Hongō. Pada tahun 1884, gerabah yang ditemukan di Mukōgaoka Yayoi dinamakan gerabah Yayoi. Nama gerabah ini dipakai untuk menamakan salah satu periode historis Jepang dari abad ke-8 SM hingga abad ke-3 Masehi, yakni zaman Yayoi.[4]
Memasuki zaman Kamakura dan zaman Muromachi, wilayah ini berada di bawah kekuasaan klan Uesugi. Setelah itu, seluruh wilayah ini dikuasai klan Gohōjō, tetapi masih dipengaruhi kekuatan militer klan Ōta dan klan Toshima dari wilayah tetangga. Literatur dari zaman itu sudah menyebut nama tempat seperti Komagome, Kohinata, Koishikawa, Hongō, dan Yushima. Kawasan ini juga mulai berkembang sebagai desa pertanian.[4]
Setelah Tokugawa Ieyasu berkuasa di Istana Edo pada tahun 1590, kota Edo berkembang sebagai kota di sekeliling istana. Pada awal zaman Edo, wilayah ini berkembang sebagai sebuah kota dengan dibangunnya rumah-rumah daimyo, perumahan samurai, dan kuil-kuil. Di zaman Edo, permukiman penduduk tidak sampai meluas ke wilayah ini karena memang sudah penuh dengan perumahan samurai.[4]
Memasuki zaman Meiji, di atas tanah bekas permukiman samurai yang ditinggalkan oleh pemiliknya mulai dibangun sekolah, perguruan tinggi, dan fasilitas militer. Yushima Daiseidō dan Sekolah Shōheizaka ditetapkan sebagai sekolah resmi Keshogunan Edo. Pada perkembangan selanjutnya, sekolah guru dan sekolah guru khusus perempuan didirikan di bekas lokasi Sekolah Shōheizaka. Universitas Tokyo juga ikut dipindahkan ke tempat ini.[4]Taman Koishikawa Kōrakuen dulunya adalah taman Jepang di bekas kompleks rumah kediaman keluarga Mito Tokugawa. Sementara itu, taman Jepang bekas rumah keluarga Yanagisawa (Yanagisawa Yoshiyasu, pejabat tairō bagi Syogun Tokugawa Tsunayoshi) sekarang disebut Rikugi-en.
Distrik kota Bunkyō dibentuk 15 Maret1947 dari penggabungan dua distrik Koishikawa dan distrik Hongō. Sebelumnya, di harian Tokyo Shimbun dibuka lomba memberikan nama untuk distrik yang akan didirikan ini, tetapi nama yang sesuai tidak berhasil didapat. Nama Bunkyō dipilih dari usulan pegawai bekas distrik Koishikawa dan distrik Hongō.[5] Lambang kota Bunkyō ditetapkan 1 Maret1951, berupa aksara kanji untuk "bun" (文code: ja is deprecated , naskah sastra).[6]
Demografi
Menurut data sensus Jepang,[7] berikut adalah data populasi Distrik kota Bunkyō dalam beberapa dekade terakhir.