Rangkong tanah selatan[2] (Bucorvus leadbeateri), adalah salah satu dari dua spesies rangkong tanah yang hanya ditemukan di Afrika, dan merupakan spesies rangkong terbesar di dunia. Burung ini tersebar di wilayah selatan Afrika, dari Kenya hingga Afrika Selatan, dan mendiami hutan serta sabana.[3][4]
Rangkong tanah selatan bersifat karnivora dan sebagian besar berburu di darat, dengan makanan mulai dari serangga hingga vertebrata kecil. Sarangnya biasanya terletak di rongga pohon tinggi atau celah dangkal lain, seperti lubang batu di tebing. Spesies ini memiliki umur panjang, sekitar 50–60 tahun di alam liar dan hingga 70 tahun dalam penangkaran. Berkaitan dengan umur panjangnya, mereka baru mencapai kematangan seksual pada usia 4–6 tahun dan mulai berkembang biak sekitar usia 10 tahun. Jenis kelamin dapat dibedakan dari warna tenggorokannya, dengan jantan berwarna merah cerah, sedangkan betina berwarna ungu tua.[5][6]
Deskripsi
Burung ini termasuk jenis burung besar, dengan panjang tubuh antara 90 hingga 129 cm. Betina memiliki berat sekitar 2,2–4,6 kg, sedangkan jantan yang lebih besar berkisar antara 3,5–6,2 kg. Rata-rata dari delapan betina adalah 3,34 kg, dan delapan jantan rata-rata 4,2 kg, sehingga secara umum sekitar 35% lebih berat dibandingkan spesies rangkong asia mana pun. Lebar sayapnya berkisar 1,2–1,8 m, dengan panjang sayap 49,5–61,8 cm, ekor 29–36 cm, tarsus 13–15,5 cm, dan kulmen 16,8–22,1 cm. Menurut Stevenson dan Fanshawe, B. abyssinicus memiliki rata-rata lebih panjang (110 cm) dibandingkan spesies selatan (102 cm), tetapi data berat maksimum dan ukuran standar menunjukkan bahwa spesies selatan sedikit lebih besar secara keseluruhan.[7][8][9]
Habitat dan pola makan
Rangkong tanah selatan tersebar dari Namibia utara dan Angola hingga Afrika Selatan utara, Zimbabwe selatan, serta Burundi dan Kenya. Mereka membutuhkan sabana dengan pohon besar untuk bersarang dan rumput pendek yang lebat sebagai tempat mencari makan.[10]
Spesies ini tergolong rentan, dengan populasi yang sebagian besar terbatas di cagar dan taman nasional. Mereka hidup dalam kelompok beranggotakan 5–10 ekor, termasuk individu dewasa dan remaja, dan sering terlibat dalam pengejaran udara dengan kelompok tetangga. Sebagai predator puncak, rangkong tanah selatan memiliki peran penting secara ekologis. Mereka mencari makan di tanah, memangsa reptil, katak, siput, serangga, dan mamalia seukuran kelinci, dan jarang minum. Penyebarannya di bagian barat terbatas karena minimnya pohon untuk sarang.[11][12]
↑Kemp, Alan; Begg, Keith (1996). "Nest sites of the Southern Ground hornbill Bucorvus leadbeateri in the Kruger National Park, South Africa, and conservation implications". Ostrich. 67: 9–14. doi:10.1080/00306525.1996.9633773.
↑Dunning, John B. Jr., ed. (2008). CRC Handbook of Avian Body Masses (Edisi 2nd). CRC Press. ISBN978-1-4200-6444-5.
↑Field Guide to the Birds of East Africa: Kenya, Tanzania, Uganda, Rwanda, Burundi by Stevenson & Fanshawe. Elsevier Science (2001), ISBN978-0856610790