Alur
Bridget Jones, yang kini menjadi ibu dari Billy dan Mabel yang sudah bersekolah, bersiap untuk keluar rumah untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama. Dengan bantuan Daniel Cleaver yang menjaga anak-anaknya, Bridget menghadiri perayaan yang diadakan untuk mendiang suaminya, Mark Darcy, yang tewas empat tahun sebelumnya saat menjalankan misi kemanusiaan di Sudan. Ia menghabiskan malam yang menyiksa dengan menerima ucapan belasungkawa dan ditekan untuk mulai berkencan lagi.
Billy dan Mabel masih terjaga saat Bridget pulang. Mabel memperhatikan burung hantu putih yang duduk di luar jendela mereka setiap malam. Bridget pun teringat akan Mark yang menyanyikan lagu untuk anak-anak. Dia lalu memikirkan nasihat dan saran dari orang-orang terdekatnya, yang kemudian membuat dia termotivasi untuk memulai hidup baru. Setelah Miranda meminta saran untuk sebuah acara wawancara, Bridget menghubungi bos lamanya Richard Finch untuk bekerja kembali.
Miranda mampir ke rumah Bridget dan mendaftarkannya ke aplikasi kencan Tinder. Kemudian dia bertemu dengan Roxster, seorang penjaga taman tampan berusia 29 tahun, yang ternyata menyukainya. Setelah beberapa hari bertukar pesan, mereka pun mulai berkencan sampai akhirnya berhubungan seks. Hubungan Bridget dan Roxster terus berkembang dan menjadi semakin dekat selama musim panas, sampai Mabel menyebutnya sebagai “ayah baru” nya, sementara Billy cenderung tidak terlalu menerimanya.
Bridget diundang ke kelas Billy untuk menceritakan pekerjaannya sebagai produser televisi. Untuk memperagakan, ia memilih seorang gadis untuk berperan sebagai produser, sementara ia sendiri berperan sebagai pembawa acara dan mewawancarai guru sains Scott Walliker. Simulasi wawancara yang membahas tentang siklus hidup serangga menjadi perdebatan serius ketika Bridget berpandangan bahwa makhluk hidup memiliki roh dan menempel pada kerabatnya setelah meninggal sedangkan gurunya yang berpedoman pada science tidak sependapat.
Di pesta ulang tahun rekan kerja Bridget, Roxster membuat penampilan yang mengesankan saat menyelamatkan seekor anjing yang tercebur di kolam. Saat mereka menikmati malam, Roxster membuat komentar santai tentang keinginannya untuk memiliki mesin waktu. Keesokan paginya, Bridget bangun dan menemukan dia telah pergi. Dia kemudian menghilang tanpa jejak dan tidak pernah membalas semua pesan dari Bridget.
Daniel, yang dirawat di rumah sakit karena masalah jantung, menghubungi Bridget, merasa dia adalah satu-satunya orang yang mungkin peduli padanya. Dia merenungkan betapa sendirinya dia, menyebutkan bahwa dia belum bertemu putranya yang remaja selama lebih dari satu dekade.
Roxster tiba-tiba datang ke studio untuk meminta maaf kepada Bridget. Dia mengakui bahwa dia panik, tetapi menyatakan bahwa dia sekarang siap untuk berkomitmen padanya dan anak-anaknya, tapi Bridget menolaknya dan berharap memiliki mesin waktu agar dia bisa mengejar ketinggalan. Di malam orang tua, setelah sekali lagi melihat video rekaman, potongan koran berita dan kenang-kenangan tentang Mark, dia menulis segala curahan hatinya di sebuah kertas seolah-olah sedang berbicara dengan Mark. Pada hari ulang tahun Mark, Bridget, Billy, dan Mabel pergi ke taman untuk melepaskan balon dengan pesan mereka masing-masing yang terikat padanya.
Di suatu malam selama perjalanan sekolah ke Lake District, Bridget berbincang dengan Scott di bawah api unggun. Scott mengatakan bahwa dia sebenarnya pernah berpikir untuk berkeluarga dan mempunyai anak, tapi pernah ada waktu untuknya. Ketika Bridget pergi untuk menenangkan Mabel, Billy bercerita kepada Scott bahwa dia takut melupakan ayahnya. Scott meyakinkannya bahwa ayahnya adalah bagian dari dirinya, jadi dia tidak akan pernah benar-benar hilang.
Pada pertunjukan liburan musim dingin sekolah, Billy menyanyikan “I'd Do Anything” sebagai bentuk penghormatan kepada ayahnya. membuat Bridget sangat terharu dan bangga padanya. Dia berterima kasih kepada Scott karena telah membantu Billy sehingga kehidupan keluarganya menjadi lebih baik, dan mengundangnya untuk minum di sebuah pub "The Spaniards" bersama dengan keluarganya dan teman-temannya. Saat tiba di pub, Scott tidak masuk dan berbalik untuk pergi, tetapi Bridget yang melihatnya langsung mengejarnya. Scott kemudian mengaku bahwa dia tertarik padanya, seperti hukum ketiga Newton yang menyatakan bahwa setiap ada aksi selalu ada reaksi, di mana Bridget bagi Scott adalah semacam kekuatan dari alam semesta yang sama besar tetapi berlawanan arah untuknya, sehingga membuat Bridget menciumnya.
Satu tahun kemudian, Bridget mengadakan pesta Tahun Baru di rumahnya bersama keluarganya dan teman-temannya, termasuk Scott dan Daniel, yang telah bersatu kembali dengan Enzo, putranya yang berusia 16 tahun. Setelah pesta, saat Bridget mengantar anak-anak untuk tidur, mereka melihat si burung hantu putih terbang pergi, yang juga disaksikan Scott di lantai bawah. Scott membantu Bridget membuka resleting gaunnya, dan mereka berciuman.