Boali adalah kota yang terletak di prefektur Ombella-M'Poko, Afrika Tengah. Boali berada di Jalan Nasional 1 (RN1),[4] sekitar 100km barat laut ibu kota nasional, Bangui.[5] Jalan ini merupakan salah satu dari sedikit jalan beraspal di negara tersebut dan menghubungkan Boali dengan Bouar serta akhirnya ke Kamerun.[6]
Boali berada di tepi Sungai Mbali dan dikenal karena air terjunnya serta pembangkit listrik tenaga air di sekitarnya. Air Terjun Boali memiliki lebar 250 meter dan tinggi 50 meter, serta merupakan tujuan wisata yang populer.[6] Dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Air Boali, yaitu Boali I dan Boali II, terletak di bawah air terjun. Kedua unit tersebut memiliki total kapasitas pembangkitan 18,65 megawatt dan dioperasikan oleh perusahaan milik negara, Enerca.[7] Pembangunan Boali I pada 1950-an mendorong perkembangan industri lain di kota ini, termasuk pabrik tekstil pertama di negara tersebut yang mulai beroperasi pada tahun 1954.[8] Pembangkit listrik Boali memasok listrik ke ibu kota dan 13 kota lainnya.[7]
Sejarah
Pada tahun 2010, pengaturan awal dilakukan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air ketiga, Boali 3, dengan bantuan dari Tiongkok.[9]
Peran strategis ini dimanfaatkan oleh pemberontak Séléka pada Maret 2013, yang mengambil alih pembangkit listrik dalam perjalanan mereka menuju Bangui dan memutus pasokan listrik ke ibu kota.[10] Pada 17 Januari 2014, Séléka mundur dari Boali. Sebanyak 300 pejuang Anti-balaka memasuki kota dan membunuh empat warga sipil.[11] Pada 5 Desember 2015, kota ini berhasil direbut kembali oleh pasukan pemerintah.[12]
Pada 24 Desember 2020, pemberontak dari Koalisi Patriot untuk Perubahan menyerang Boali,[13] tetapi berhasil dipukul mundur oleh pasukan pemerintah pada 11 Januari 2021.[14]