Bluluk adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lamongan. Bluluk terletak di selatan dan berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di barat. Pusat kecamatan Bluluk berada di persimpangan jalur antara Babat dan Modo di utara, Ngimbang di timur, dan Sukorame di selatan. Kecamatan Sukorame sendiri merupakan pemekaran dari Kecamatan Bluluk pada tahun 1992.[1] Setelah pemekaran tersebut, Bluluk menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit kedua setelah Sukorame, yaitu sekitar 22 ribu jiwa pada tahun 2025.[2] Bluluk adalah salah satu daerah tertua di Lamongan dan terdapat peninggalan sejarah berupa Prasasti Biluluk dari masa Kerajaan Majapahit.[3][4]
Geografi
Peta administrasi Bluluk
Bluluk adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lamongan bagian selatan. Geografi Bluluk berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan yang subur. Akan tetapi, juga terdapat wilayah yang kering seperti perbatasan utara Bluluk dengan Modo yang lebih banyak ditanami pohon jati dan jagung.
Batas wilayah Kecamatan Bluluk adalah sebagai berikut:[2]
Secara etimologis, Bluluk dalam Bahasa Jawa berarti buah kelapa yang masih kecil. Arti nama Bluluk diabadikan menjadi tugu pohon kelapa yang ada di pertigaan Desa Bluluk. Bluluk merupakan salah satu daerah tertua yang ada di Lamongan. Nama Bluluk (atau dulunya Biluluk) sudah tercatat dalam peninggalan sejarah bernama Prasasti Biluluk dari masa Kerajaan Majapahit di akhir abad ke-14. Prasasti Biluluk berbentuk lempengan tembaga yang berjumlah empat, dan masing-masing diberi nama Prasasti Biluluk I hingga Biluluk IV. Prasasti tersebut ditemukan di Desa Bluluk dan sekarang disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.[3] Menurut prasasti tersebut, Biluluk merupakan salah satu daerah swatantra (otonom) di Majapahit. Status ini berarti Biluluk dapat mengatur wilayahnya sendiri dan dibebaskan dari beberapa jenis pajak. Pada masa itu, Biluluk menghasilkan berbagai komoditas berharga seperti garam, gula aren, dan dendeng.[4]
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Bluluk terdiri dari 9 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[5]