Layar Biru MautTampilan Layar Biru Maut pada Windows 10.
Layar Biru Maut (LBM), yang lebih dikenal dengan istilah bahasa Inggrisnya, Blue Screen of Death (BSOD), adalah istilah populer untuk layar penuh berwarna biru yang ditampilkan oleh sistem operasiMicrosoft Windows ketika mengalami kesalahan sistem yang fatal. Microsoft secara resmi menyebut kondisi ini sebagai stop error atau bug check.
BSOD terjadi ketika sistem operasi mendeteksi adanya kegagalan pada inti sistem yang dapat mengancam integritas operasi komputer. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada data atau sistem berkas, Windows sengaja menghentikan seluruh pemrosesan secara seketika dan mewajibkan pengguna untuk melakukan menyalakan ulang (reboot) komputer.[1]
Penyebab
Berbagai bentuk BSOD telah ada pada seluruh versi Windows sejak Windows 3.1. Karakteristik BSOD pada keluarga Windows NT (termasuk 2000, XP, Vista, 7, 8, 10, dan 11) umumnya dipicu oleh masalah tingkat tinggi yang jauh lebih serius daripada Windows versi 9x lama.
Beberapa penyebab utama munculnya BSOD meliputi:
Pemacu peranti (driver) yang cacat: Pemacu perangkat keras yang tidak stabil, rusak, atau salah versi mencoba beroperasi pada hak akses tinggi tingkat *kernel* (kernel mode).
Kerusakan perangkat keras fisik: Kegagalan fungsi pada RAM, sektor buruk (bad sector) pada cakram keras (HDD/SSD), atau komponen yang mengalami panas berlebih.
Registri Windows yang korup: Kerusakan pada basis data konfigurasi utama sistem operasi.
Ketidakcocokan pustaka tautan dinamis (DLL): Konflik penggunaan berkas pustaka sistem antara beberapa perangkat lunak.
BSOD sendiri merupakan evolusi dari black screen of death (layar hitam maut) yang sempat digunakan pada sistem OS/2 dan MS-DOS.[2] Pada versi pengembangan awal Windows Vista (proyek Longhorn), Microsoft juga sempat bereksperimen dengan red screen of death (layar merah maut) untuk mendeteksi kesalahan fatal pada sistem pemuat but (boot loader).
Kejadian populer
Demonstrasi Windows 98 (1998)
Kejadian BSOD yang paling terkenal dalam sejarah teknologi informasi terjadi ketika CEO Microsoft, Bill Gates, sedang mempresentasikan Windows 98 yang belum resmi diluncurkan di pameran COMDEX pada 20 April1998.
Ketika asistennya, Chris Caposella, menghubungkan sebuah peranti pemindai (scanner) ke komputer demo untuk menunjukkan dukungan pasang-pakai (*plug and play*), sistem operasi tersebut tiba-tiba mogok dan menampilkan Layar Biru Maut di layar raksasa aula. Kejadian ini memancing tawa dan tepuk tangan riuh dari para hadirin dan sangat mempermalukan pihak Microsoft. Menanggapi situasi tersebut, Bill Gates secara spontan berseloroh, "Pasti ini sebabnya mengapa kami belum menjual Windows 98 secara massal saat ini."[3]
Gangguan Global CrowdStrike (2024)
Pada 19 Juli2024, terjadi peristiwa yang secara informal dijuluki sebagai "Hari BSOD Sedunia". Pembaruan konfigurasi sensor pengaman otomatis yang dirilis oleh perusahaan keamanan siber CrowdStrike mengalami kesalahan fatal (cacat logika) yang menyebabkan jutaan komputer bersistem operasi Windows di seluruh dunia mengalami pemulihan sirkular berbentuk BSOD secara massal.[4]
Insiden ini berdampak sangat masif dan melumpuhkan berbagai infrastruktur vital dunia karena sistem CrowdStrike banyak digunakan pada peladen korporat, sistem administrasi penerbangan bandara (memaksa pembatalan ribuan penerbangan), operasional anjungan tunai mandiri (ATM), sirkuit perbankan, jaringan hotel, hingga layanan darurat rumah sakit.
Pada awal pengenalan Windows 11 versi pratinjau (preview build) tahun 2021, Microsoft sempat mengubah warna khas layar kesalahan ini dari biru menjadi hitam, menjadikannya Black Screen of Death agar selaras dengan warna layar baru saat proses masuk (*log in*) dan mematikan sistem.[5]
Namun, melalui pembaruan berkode KB5007262 yang dirilis pada bulan November 2021, Microsoft memutuskan untuk membatalkan perubahan tersebut dan mengembalikan warna layar kesalahan fatal Windows 11 ke warna biru khas aslinya hingga sekarang.
Galeri variasi
Berikut adalah tampilan visual variasi layar kesalahan fatal dari masa ke masa dan pada perangkat publik:
↑Cormen, Thomas H.; Leiserson, Charles E.; Rivest, Ronald L.; Stein, Clifford (2009). Introduction to Algorithms (dalam bahasa Inggris) (Edisi 3rd). MIT Press. ISBN978-0-262-03384-8.
Sanjeev Kumar Aggarwal and M. Sarath Kumar, "Debuggers for Programming Languages". In The Compiler Design Handbook: Optimizations and Machine Code Generation. Edited by Y.N. Srikant and Priti Shankar. Boca Raton, Florida: CRC Press, 2003. pp.295–327.