Suku bangsa
Penduduk kecamatan Bilah Barat memiliki latar belakang suku bangsa yang berbeda-beda, yang didominasi oleh suku Batak dan Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dari hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, penduduk kecamatan ini berdasarkan suku bangsa yakni suku Batak sebanyak 56,71%. Suku Batak dalam Sensus 2010 di Labuhanbatu sebagian besar adalah Batak Angkola, Mandailing, Toba, dan sebagian Pakpak dan Karo.[3] Kemudian, penduduk dari suku Jawa sebanyak 41,69%, Minangkabau sebanyak 0,20%, Melayu sebanyak 0,15%, kemudian Aceh sebanyak 0,05%. Suku lain sebanyak 1,20%, termasuk Tionghoa, Nias, dan lainnya.[3]
Agama
Dari hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, sebagian besar penduduk di kecamatan ini menganut agama Islam. Penduduk yang menganut agama Islam sebanyak 92,63%, umumnya dianut warga Melayu, Minangkabau, Aceh, Mandailing, dan Angkola. Sementara penduduk yang menganut agama Kristen yakni 7,23%, di mana Protestan sebanyak 6,65% dan Katolik sebanyak 0,58%.[4] Agama Kristen kebanyakan dianut warga Batak Toba, Karo, Simalungun, Nias, dan sebagian Tionghoa, Angkola dan Mandailing. Penduduk yang menganut agama Buddha sebanyak 0,11%, umumnya adalah warga Tionghoa dan sebagian kecil menganut agama Hindu dan lainnya yakni 0,03%.[4] Untuk sarana rumah ibadah di Bilah Barat hingga tahun 2021, terdapat 81 masjid, 5 musala, 4 gereja Protestan, dan 3 gereja Katolik.[2]