Konflik pada bulan Desember menandai putaran ketiga serangan udara yang dilakukan Pakistan di wilayah Afganistan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Serangan udara pertama oleh Pakistan di wilayah Afganistan terjadi pada tahun 2022, sedangkan serangan udara kedua dilakukan pada Maret 2024.[6] Putaran ketiga sekaligus terbaru dari serangan udara Pakistan di wilayah Afganistan terjadi pada Desember 2024 hingga sekarang.
Latar belakang
Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) adalah kelompok militan yang didirikan pada tahun 2007 sebagai koalisi dari berbagai faksi Islamis Sunni garis keras di Pakistan. Pembentukannya merupakan tanggapan terhadap operasi militer yang menargetkan teroris yang berafiliasi dengan Al-Qaeda di Kawasan Persukuan Pemerintahan Federal, sebuah kawasan di barat laut Pakistan.[7][8]
Kelompok ini, yang awalnya dipimpin oleh Baitullah Mehsud, terutama beroperasi di sepanjang perbatasan dengan Afganistan dan diperkirakan memiliki antara 30.000 hingga 35.000 anggota. TTP bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan terpilih Pakistan guna mendirikan sebuah emirat yang diatur berdasarkan interpretasi mereka terhadap hukum Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, TTP telah menyerang militer Pakistan dan melakukan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh politik. Tindakan kekerasan mereka, termasuk berbagai serangan bom bunuh diri, telah menewaskan ratusan personel militer, polisi, dan warga sipil.[8]
TTP bertanggung jawab atas beberapa serangan paling mematikan di Pakistan, yang menargetkan gereja, sekolah, dan tokoh-tokoh terkenal seperti Malala Yousafzai, yang selamat dari upaya pembunuhan pada tahun 2012 karena memperjuangkan pendidikan bagi perempuan yang ditentang oleh Taliban.[8]
Setelah Talibanmengambil alih kekuasaan di Afganistan pada tahun 2021, TTP menjadi lebih agresif karena para pemimpin dan anggotanya berbasis di Afganistan. Setelah mengakhiri gencatan senjata dengan pemerintah Pakistan pada akhir tahun 2022, TTP meningkatkan serangannya, yang menyebabkan jatuhnya korban di kalangan tentara dan polisi Pakistan.[7]
Meskipun Pakistan pernah dituduh mendukung Taliban Afganistan di masa lalu, sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021, bentrokan perbatasan terus berulang antara Afganistan dan Pakistan.[9] Pemerintah Pakistan menuduh otoritas Taliban Afganistan memberikan perlindungan kepada pemberontak Taliban Pakistan dalam pemberontakan yang semakin berkembang.[10]
↑"Pakistan's Twin Taliban Problem". United States Institute of Peace (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 4 May 2022. Diakses tanggal 2024-03-26.