Kelurahan in Sulawesi Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kelurahan in Sulawesi Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Wilayah Benteng Utara sekarang dahulunya merupakan pusat pemerintahan dari Regenchappen Opu Bonea pada zaman kolonial Belanda hingga tahun 1950 . Sebelum terbentuknya Regenchappen wilayah ini merupakan wilayah dari Kakaraengang Bonto Kadieng, namun saat Belanda menduduki Selayar, wilayah Kakaraengang/ Keopuan Bonto Kadieng di pecah menjadi empat wilayah yakni, Regenschappen Opu Mare-Mare yang di pimpin oleh Karaeng Bonto Kadieng langsung, Regenchappen Opu Bonea, Gallarangschappen Panggiliang, dan Gallarangschappen Bua- Bua. Wilayah Opu Bonea meliputi Parak, Barugayya, Benteng Utara, dan Bonea Timur . Kemudian pada tahun 1869 sebagian wilayah Regenschappen Opu Gantarang di lebur ke Regenschappen Opu Bonea dan sebagian di lebur Ke Regenschappen Opu Bontobangung, Kemudian pada tahun 1880 wilayah Regenschappen Opu Mare-Mare di lebur seluruhnya ke dalam wilayah Opu Bonea oleh pemerintah kolonial Belanda karena perlawanan yang di lakukan keluarga Opu Mare-Mare terhadap pemerintah kolonial Belanda. Wilayah Opu Bonea mencapai puncak kejayaan dengan menjadi wilayah yang sejahtera secara ekonomi pada masa pemerintahan Opu/Regen Bonea Ince Muhammad Ali Daeng Malewa (1910-1936) yang di dampingi oleh Pangeran Mare- Mare sebagai Opu Ponggaha Bonea yakni Opu Sumarra Daeng Sijalling ( Saudara Opu Salimun Daeng Siratang Opu Pattola Ri Kadieng ). Sistem pemerintahan ini bertahan hingga tahun 1950 dengan Opu Bonea terakhir yakni Patta Bau' Daeng Mambani Karaeng Cinrapole .
Daftar Opu/Bupati/ Regen dari Regenschappen ( Kabupaten) Bonea menurut The Opu's Of Selayar