Waduk Jatibarang mempunyai daya tampung 20,4 juta meter kubik.[1] Selain untuk mengatasi masalah banjir, waduk ini juga menjadi salah satu destinasi objek wisata Semarang karena di tengah waduk ini terdapat pulau kecil yang di dalamnya terdapat objek wisata lain, yaitu Goa Kreo.
Fungsi
Seperti waduk lainnya, waduk Jatibarang yang berlokasi di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ini pun memiliki fungsi utama yaitu pengendali banjir di Kota Semarang. Menteri Pekerjaan UmumDjoko Kirmanto mengatakan, waduk Jatibarang, merupakan sarana proyek Kementerian Pekerjaan Umum yang menjadi tugas pokok PU.[2] Ide pembentukan bendungan Jatibarang sendiri adalah karena adanya banjir di Kota Semarang pada 1973, 1988, 1990, dan 1993 yang sempat menimbukan korban jiwa. Barulah, pada 1992 - 1993 master plan pembuatan waduk serba guna yang dialiri air dari Kali Kreo itu terbentuk.
Selain untuk pengendali banjir, pembangunan waduk juga berfungsi menyediakan air baku di wilayah Kota Semarang Barat, yakni sebesar 1.050 liter/detik. Fungsi lain adalah meningkatkan kelestarian fungsi konservasi di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Waduk yang dibangun dengan biaya Rp 655 miliar oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) itu juga difungsikan sebagai Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 1,5kW.[3]