BasusumpitanPermainan rakyat daerah Kalimantan Selatan Basusumpitan A, p. 142
Basusumpitan adalah permainan yang populer di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan. Basusumputan diambil dari kata "sumpit" yang merupakan alat berburu yang terkenal di Kalimantan. Umumnya, basusumpitan dilakukan oleh anak berusia 8-11 tahun dengan peserta minimum 2 orang atau lebih.
Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan untuk permainan ini adalah bambu kecil dengan panjang sekitar 35-50 cm dan berdiameter sekitar 1,5 cm. Selain itu, dibutuhkan peluru dalam permainan ini yang dibuat dari tanah liat dengan ukuran yang dapat masuk ke dalam lubang bambu tersebut. [1]
Aturan bermain
Aturan dalam permainan ini sederhana. Setelah pemain berkumpul dibentuk 2 regu , misalnya masing-masing 5 orang. Setelah regu terbentuk, akan diundi untuk menentukan regu penyerang dan regu bertahan. Regu penyerang tidak boleh menyumpit lawan dengan jarak kurang dari 2 meter. Selain itu, regu penyerang tidak boleh menyumpit pada bagian leher hingga kepala. Aturan lainnya adalah apabilla ada pemain bertahan yang cung (izin istirahat), regu penyerang tidak boleh menyumpit pemain tersebut sama sekali. Peluru yang dimiliki dalam permainan Basusumpitan biasanya berjumlah 10 buah untuk masing-masing anggota.
Cara bermain
Sebelum permainan dimulai, kedua regu menentukan posisi mereka terlebih dahulu. Regu bertahan bersembunyi agar tidak diserang oleh regu penyerang, sementara regu penyerang bersiap untuk menyerang. Permainan dapat dimulai dengan kata "sudah" sebagai tanda awal permainan ini. Setelah permainan dimulai, regu penyerang dapat menyerang regu bertahan yang bersembunyi. Tetapi, regu penyerang tidak bisa menyerang terus-terusan karena regu bertahan dapat melakukan pembalasan. Hal ini membuat permainan menjadi seru dan lebih waspada. Anggota yang kehabisan peluru dapat beristirahat dan melihat permainan yang sedang berjalan. Apabila terdapat salah satu regu tidak mampu menghadapai serangan yang gencar. Maka kedua regu dapat berunding apakah permainan dihentikan atau dilanjutkan.
Referensi
↑Hamzuri (1998). Permainan Tradisional Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Permuseuman. hlm.351. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)