Pada tahun 2013, Wings Group melalui PT Lumbung Artakencana mengakuisisi saham perusahaan secara tidak langsung melalui dua pemegang saham eksisting bank, yaitu PT Multi Anekadana Sakti dan PT Danabina Sentana, di mana di kedua pemegang saham tersebut, Lumbung memegang saham masing masing 84% dan 80% atau memegang hak terhadap saham perusahaan sekitar 77% secara gabungan.[3] Akuisisi Wings sendiri menandakan kembalinya grup usaha tersebut di bidang perbankan, setelah sebelumnya sempat mendirikan dan memiliki Bank Ekonomi Raharja (kini Bank HSBC Indonesia) hingga dijual ke HSBC di tahun 2008.[4] Pasca-akuisisi, Bank MAS melakukan sejumlah ekspansi, seperti pembukaan cabang baru, pengenalan ATM ke nasabah dan peningkatan modal. Tercatat, aset dan kinerja Bank MAS meningkat pasca dimiliki oleh Wings.[5]
Sebelum akuisisi itu, Bank MAS dimiliki oleh keluarga Sucahyo Winoto,[3] yang sebelum pendirian bank ini, sempat memiliki saham di Overseas Express Bank (OEB).[6] Saat ini, keluarga Winoto masih terlibat dalam manajemen Bank MAS.
Produk dan Layanan
Simpanan
Tabungan MASSaving
Tabungan SiMASter
Giro
Deposito
Kredit
Kredit Modal Kerja
Kredit Investasi
Kredit Konsumsi (KPR, KPA, Kredit Kepemilikan Kios/Ruko, KKB)
E-Banking
Bebas By Bank MAS
Internet Banking
Bank MAS ATM
Layanan
Sistim Kliring Nasional(SKN)
Real Time Gross Setlement(RTGS)
Bank Garansi
Penukaran Valuta Asing
Payroll Service
Pick Up Service
Biller Payment(Pembayaran Tagihan, PAM, Telkom, PLN, dll) melalui ATM