Dulu sebelum era kolonial Belanda di kecamatan Welahan ada desa Teluk Wetan, Desa Teluk Kulon, Desa Bandungrejo, Desa Parimono, Desa Batukali. pada era pada era kolonial Belanda desa Teluk Wetan berdiri sendiri, Sedangkan Desa Teluk kulon, Bandungrejo, Parimono, dan Batukali masih bergabung. pada era kemerdekaan desa Batukali berdiri sendiri, sedangkan Desa Parimono dan Teluk Kulon bergabung dengan Desa Bandungrejo sampai sekarang.
Desa Bandungrejo mempunyai beberapa tempat wisata, yaitu:
Wisata Alam
Tugu Jagad
Lapangan Pandean
Randu Goang Baleromo
Wisata Religi
Makam Mbah Muru'an (Abdus Shomad)
Makam Habib Ja'far Alaydruss
Makam Mbah Raden Mulyono (Mbah juboyo Desa Jobayan)
Makam Mbah Masribun
Makam Mbah Keceh
Makam Mbah Suwuk'an
Makam Mbah Sumpiyah
Makam Mbah Nggondang
Makam Mbah Shomadi
Makam Mbah Matrais
Makam Mbah Khultimah
Makam Wiro Kusumo
Wisata Belanja
Pasar Benguk
Indomaret
Adijaya Swalayan
Potensi
Desa Bandungrejo merupakan "Sentra Celana Kolor" karena mayoritas warga desa Bandungrejo ini bekerja dalam bidang konveksi khususnya memproduksi Celana Kolor, Pemasaran produk Celana Kolor tersebut telah menembus pasar Jepara, Kudus, Semarang, Kediri, Malang,Surabaya bahkan sampai luar pulau, seperti Kalimantan dan Sulawesi.
Di zaman yang sudah modern ini sekarang untuk pemasaran mereka menggunakan system online untuk mengembangkan potensi di desa Bandungrejo. Banyak pemuda menggunakan media internet untuk promosi produk Celana Kolor mereka.
Transportasi
Desa ini dilewati transportasi arah Pasar Kalinyamatan - Pasar Benguk (Desa Kendengsidialit) - Ujungpandan. Alat transportasinya, yaitu:
Kepala Desa Bandungrejo bersama Pemerintah Desa Bandungrejo dan pengurus BINA INTI BANDUNGREJO FC telah menyepakati rencana untuk mengganti nama Bina Inti FC menjadi BANDUNGREJO FC berjulukan Kesatria Celana Kolor untuk berkiprah di Liga PSSI Pengcab Jepara yaitu Yazztea Jepara League.