Pada tanggal 7 November 2016, Lanud Wirasaba berganti nama menjadi Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman setelah TNI Angkatan Udara menyerahkan pengelolaan kepada PT Angkasa Pura II (Persero) dengan peresmian bandara tersebut pada tanggal 1 Juni 2021 sebagai bandara komersial.
Sejarah Singkat Pangkalan TNI AU Wirasaba
Lapangan terbang (vliegveld) Wirasaba dibetulkan Tentara Kerajaan Belanda tahun 1948 di saat Revolusi
Tahun 1938 Dibangun oleh Belanda, Tahun 1942-1945 Dikuasai oleh Jepang; Tahun 1945-1947 Dengan bertekuk lututnya Jepang, Pangkalan Udara Wirasaba dikuasai oleh pemerintah RI (TNI AU) dengan Komandan yang pertama adalah Sersan Mayor Udara Soewarno. Tahun 1947-1950 Setelah Jepang bertekuk lutut, maka Belanda kembali akan merebut Republik Indonesia. dengan tidak adanya pasukan Pertahanan Pangkalan di Pangkalan Udara Wirasaba, maka dengan mudah Pangkalan dikuasai Belanda. Tahun 1950, dengan takluknya Belanda pada waktu itu, maka Pangkalan udara Wirasaba diserahkan kembali kepada Pemerintah RI (TNI AU) dengan Komandan yang kedua (yang menerima penyerahan dari Belanda) adalah Opsir Muda Oedara (OMO) Warim. Dalam bulan Juni 1946 Opsir Udara II H.Sujono bersama KASAUKomodor Udara Suryadi Suryadarma terbang ke Wirasaba (Purwokerto) untuk membuka secara resmi lapangan udara tersebut.[5]
Nama Pangkalan Udara '“Wirasaba”' diambil dari nama seorang pangeran yaitu “Pangeran Wirasaba”. Pangeran Wirasaba adalah Bupati Banyumas dan pendiri Daerah Tingkat II Purbalingga yang sangat berkharisma.
Nama pengganti Lanud Wirasaba menjadi Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman sebelumnya diusulkan oleh Bupati Purbalingga Tasdi. Dikatakan Tasdi, usulan nama pengganti meliputi dua nama yakni Jenderal Besar Soedirman yang merupakan pahlawan nasional kelahiran Purbalingga dan Soewarno yang diambil dari nama Komandan Lanud Wirasaba pertama yakni Sersan Mayor Soewarno.
Kedua usulan nama tersebut diteruskan Pemkab kepada pemerintah pusat untuk memilih nama yang akan digunakan sebagai pengganti nama Lanud Wirasaba “Kita bersyukur nama Jenderal Besar Soedirman dipilih menjadi nama Lanud Wirasaba. Ini menjadi salah satu kebanggaan bagi seluruh masyarakat di kabupaten Purbalingga.[10]
Komandan
Saat Bernama Pangkalan Udara Wirasaba
Sersan Mayor Udara Soewarno (1945 – 1947)
Sersan Mayor Udara Warim (1950 – 1951)
Sersan Mayor Udara Soewarto (1951 – 1952)
Sersan Mayor Udara Purwoatmojo (1952 – 1953)
Sersan Mayor Udara Edy Suradiman K (1953 – 1954)
Sersan Mayor Udara Adang Maya Sudirdja (1954 – 1956)