Sejarah
Rencana awal pembangunan bandara Singkawang dimulai pada tahun 2008, dan studi kelayakan serta desain rencana induk awal telah selesai pada tahun 2009, diikuti dengan desain rinci dan analisis dampak lingkungan.
Pada tahun 2014, pemerintah Kota Singkawang bersama dengan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Kementerian Perhubungan, badan penerbangan sipil, dan pihak terkait lainnya menandatangani nota kesepahaman pembangunan bandara.
Pada tahun 2016, pemerintah Kota Singkawang berdiskusi dengan PLN untuk merelokasi tower sistem transmisi bertegangan tinggi di lokasi pembangunan bandara, serta berkoordinasi dengan tim pengawal, pengaman pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D) untuk melaksanakan operasi pembebasan lahan.
Pada 18 Februari 2019, pemerintah Kota Singkawang melaksanakan upacara peletakan batu pertama pembangunan bandara Singkawang, yang dihadiri oleh para pejabat tinggi, anggota dewan, staf lapangan, serta tokoh masyarakat setempat.
Pembangunan bandara ini memakan waktu sekitar 4 tahun. Pada 24 Januari 2024, dilaksanakan kalibrasi penerbangan menggunakan pesawat kalibrasi B200GT Super King Air PK-CAN milik Kementerian Perhubungan yang sukses mendarat di landasan pacu bandara Singkawang.
Pada 20 Maret 2024, bandara Singkawang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo,[5] yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Penjabat Wali kota Singkawang, beserta para investor pembangunan bandara.
Bandara Singkawang resmi beroperasi secara komersial pada 18 April 2024, namun untuk sementara hanya melayani penerbangan non-reguler/charter karena belum ada maskapai yang mengajukan slot time rute dari dan menuju bandara Singkawang.
Pada 23 November 2024, maskapai TransNusa melakukan penerbangan komersial perdana dari Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta menuju Bandar Udara Singkawang dengan sistem charter yang diselenggarakan oleh PT. Perintis Penerbangan Bandara Singkawang.[6]
Pada bulan Januari 2025, PT. Perintis Penerbangan Bandara Singkawang menambah slot penerbangan dengan sistem charter oleh maskapai Super Air Jet untuk mempermudah akses ke Kota Singkawang dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek dan Festival Cap Go Meh.[7]
Pada bulan Maret 2025, maskapai TransNusa dan Super Air Jet membuka penerbangan reguler dengan rute dari Jakarta ke Singkawang dan sebaliknya.