Pada 19 September 1989 UTA Penerbangan 772, sebuah McDonnell Douglas DC-10-30 (registrasi N54629) yang mengoperasikan rute Brazzaville-N'Djamena-Paris CDG, diledakkan dengan bom 46 menit setelah lepas landas dari N'Djamena menyebabkan pesawat jatuh saat terbang di atas Niger. Seluruh 156 penumpang dan 14 awak tewas.[1][2] Selama hampir 20 tahun, kecelakaan ini merupakan yang paling mematikan yang melibatkan pesawat yang doperasikan maskapai menerangan Prancis, dalam hal jumlah korban jiwa. Pada Juni 2009, jumlah korban jiwa dilampaui oleh Air France Penerbangan 447).
Pada 26 Agustus 2009, sebuah Antonov An-12 milik Aero-Fret (regitrasi TN-AIA) jatuh saat melakukan pendekatan. Penerbangan berasal dari Bandar Udara Pointe Noire. Lima awak asal Ukraina dan seorang penumpang asal Kongo tewas.[3]