Bandar Udara Internasional Recife/Guararapes-Gilberto Freyre(IATA: REC,ICAO: SBRF) adalah bandar udara yang melayani kota Recife, Brasil. Nama Guararapes diambil dari Pertempuran Guararapes, yang terjadi di sekitar wilayah bandara. Sejak 27 Desember 2001 bandara ini juga diberi nama sesuai dengan Gilberto de Almeida Freyre (1900-1987), seorang sosiolog yang lahir dan tinggal di Recife.[1]
Pada tahun 2010 bandara ini berada di peringkat ke-9 dalam hal jumlah penumpang dan peringkat ke-7 dalam hal kargo yang ditangani di Brazil, membuatnya menjadi salah satu bandara tersibuk di negaranya. Bandara ini dioperasikan oleh Infraero.
Pada awalnya bernama Bandar Udara Ibura, nama bandara ini kemudian diubah menjadi Bandar Udara Guararapes pada tahun 1948. Fasilitas ini mulai ada pada saat Perang Dunia II saat sebuah bandara dibangun untuk menggantikan lapangan terbang sebelumnya Parque do Encanta Moça. Saat perang berakhir, fasilitas ini memiliki posisi strategis sebagai tempat perhentian teknik dan pengisian bahan bakar dalam rute dari Amerika Selatan menuju Eropa.
Pada 18 Januari 1958 sebuah terminal penumpang baru, menggantikan fasilitas terdahulu, diresmikan. Pada saat tersebut, landasan pacu 14/32 diperpanjang dari 1.800m hingga 2.010m, dan landasan pacu 18/36 diperpanjang dari 1.800m menjadi 2.400m.
Pada tahun 1979 sebuah perjanjian dengan Infraero dilakukan untuk mengembangkan kompleks badara lebih lanjut. Terminal penumpang mengalami renovasi besar pertamanya pada tahun 1982 dan diperbesar lagi pada tahun 1990.
Pada tahun 2004 sebuah terminal penumpang baru dibangun di mana menjadi salah satu fasilitas transportasi yang dilengkapi pusat perbelanjaan, yang menarik lebih banyak penumpang dan meningkatkan pendapatan. Lebih lanjut, sebuah fasilitas parkir baru dibuka pada tahun 2002 dan kapasitas bandra ditingkatkan dari 1,5 juta menjadi 5 juta penumpang/tahun.
Pada 31 Agustus 2009 Infraero membuka rencana investasi senilai BRL8,75 juta (USD4,6 juta; Rp 44 Miliar) untuk meningkatkan Bandar Udara Internasional Guararapes yang berfokus pada persiapan menghadapi Piala Dunia FIFA 2014 yang akan diadakan di Brazil, dengan Recife sebagai salah satu kota tuan rumah. Investasi ini digunakan untuk menyelesaikan renovasi terminal penumpang dengan penambahan 8 garbarata.[2] Pengerjaan ini selesai pada 1 Juli 2011 dan bandara ini dinyatakan siap untuk menghadapi Piala Dunia FIFA.[3]
Pusat Pertahanan Udara dan Pengatur Lalu Lintas Udara Terintegrasi Brazil seksi 3 (Cindacta III) berlokasi di dalam bandara ini.[4]
Belém-Val de Cães, Belo Horizonte-Confins, Campinas-Viracopos, Fortaleza, Manaus, Porto Alegre, Rio de Janeiro-Santos Dumont, Salvador da Bahia, São Luís
Belém-Val de Cães, Belo Horizonte-Confins, Brasília, Campina Grande, Cuiabá, Fernando de Noronha, Fortaleza, Goiânia, Juazeiro do Norte, Manaus, Natal, Petrolina, Porto Alegre, Rio de Janeiro-Galeão, Salvador da Bahia, Santarém, São Luís, São Paulo-Congonhas, São Paulo-Guarulhos
Aracaju, Belém-Val de Cães, Belo Horizonte-Confins, Brasília, Buenos Aires-Ezeiza, Campinas-Viracopos, Curitiba-Afonso Pena, Fortaleza, João Pessoa, Londrina, Manaus, Natal, Petrolina, Porto Alegre, Rio de Janeiro-Galeão, Rio de Janeiro-Santos Dumont, Salvador da Bahia, Santarém, São Luís, São Paulo-Congonhas, São Paulo-Guarulhos
1 November 1961: Panair do BrasilDouglas DC-7C registrasi PP-PDO terbang dari Sal menuju Recife, saat melakukan pendekatan akhir di Recife, menabrak sebuah bukit setinggi 84m 2.7km dari landasan pacu dan pecah. Pesawat melakukan pendekatan lama hari terlalu rendah dan di luar pola lalu lintas umum. 45 penumpang dan awak dari 88 orang di pesawat tewas.[6]
14 Maret 1970: ParaenseFairchild Hiller FH-227B registrasi PP-BUF terbang dari Recife menuju Belém-Val de Cães, saat melakukan pendekatan akhir menuju Belém, jatuh di Teluk Guajará. Dari 40 penumpang dan awak, 2 orang selamat.[8]
20 September 1990: Embraer EMB110P1 Bandeirante registrasi PT-FAW yang dimiliki Pemerintah Pernambuco, terbang dari Fernando de Noronha menuju Recife, jatuh ke laut sesaat setelah lepas landas. Seluruh 12 penumpang dan awak tewas.[10]
11 November 1991: NordesteEmbraer EMB110P1 Bandeirante registrasi PT-SCU, terbang dari Recife menuju Salvador da Bahia, saat menambah ketinggian awal mengalami masalah mesin yang diikuti oleh kebakaran. Pesawat jatuh di pemukiman padat. Seluruh 15 penumpang dan awak beserta 2 orang di darat tewas.[11]
15 September 2001: TAM AirlinesFokker 100 registrasi PT-MRN mengoperasikan penerbangan charter 9755, terbang dari Recife menuju Campinas-Viracopos, mengalami kegagalan kontrol sehingga pesawat tak terkendali dalam perjalanan menuju Campinas dan membuah 3 jendela kabin pecah oleh serpihan mesin dan melakukan pendaratan darurat di Belo Horizonte-Confins. Satu penumpang terisap sebagian dan ditahan oleh penumpang lain hingga pesawat mendarat. Penumpang tersebut tidak selamat.[12][13]
↑Rittner, Daniel; Braga, Paulo Victor (31 August 2009). "Infraero vai gastar R$5 bi em reforma de aeroportos". Valor Econômico (dalam bahasa Portuguese). hlm.A4. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-06. Diakses tanggal 2021-02-03.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"Cindacta III" (dalam bahasa Portuguese). Brazilian Air Force: Departamento de Controle do Espaço Aéreo DECEA. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-16. Diakses tanggal 4 May 2011.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)