Bandar udara Budiarto dibangun tahun 1952 dan dijadikan sebagai tempat pendidikan penerbangan yang diberi nama “Akademi Penerbangan Indonesia” (API). Bandar udara ini awalnya bernama Lapangan Terbang Curug dan pada tahun 1967 namanya diganti menjadi Bandar Udara Budiarto sebagai penghargaan terhadap Budiarto, Direktur API ke-4 yang gugur di Filipina.[1]
Menara ATC Bandar Udara Budiarto
Bandar udara ini digunakan sebagai tempat latihan calon pilot maupun personel penerbangan lainnya yang sedang menempuh pendidikan penerbangan. Saat ini, bandar udara ini telah dipergunakan oleh Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPI Curug) maupun beberapa Sekolah Penerbangan milik swasta. Sejak tahun 2002, bandar udara ini juga memfasilitasi kegiatan perawatan pesawat terbang komersial dari berbagai jenis.[1]
Bandar udara Budiarto memiliki luas wilayah seluas 360ha ini berada di ketinggian 42 meter dari permukaan laut dan memiliki dua landasan pacu yakni:[2]
Landasan pacu dengan permukaan aspal sepanjang 1.600 meter
Landasan pacu dengan permukaan aspal sepanjang 1.823 meter