Sebagian masyarakat masih terus melestarikan kesenian tradisional masing-masing yang sudah mengakar dari nenek moyang dan umumnya berupa tarian; dusun Semampiran terkenal dengan "Cakalele" dan "Kuntulan"nya, dusun Banaran masih eksis dengan "Kobro Siswo"nya, dusun Posong dengan "Soreng"nya; juga tak kalah dusun Legetan dengan "Kuda lumping" dan "Reog"nya.
Ekonomi dan Demografi
Pertumbuhan Ekonomi di Desa ini masih kurang signifikan, mayoritas penduduknya adalah Petani dan Peternak (± 95%). Angka keluarga kurang mampu masih tinggi. Minimnya lapangan kerja menjadikan tenaga muda desa ini lebih banyak terseret arus urbanisasi.
Pendidikan
Dari segi pendidikan, di Desa Banaran telah tersedia dua SD Negeri, dua Madrasah Ibtidaiyyah, dan satu Madrasah Tsanawiyah.
Di Dusun Banaran sekarang juga dirikan PAUD DARUL FALAH yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Falah Al Islamy yang juga mendirikan Rumah Konsultasi Dan Bantuan Hukum Darul Falah / RKBH DARUL FALAH. Selain itu terdapat PAUD ATTOYIBAH dan Pondok Pesantren Raudhatuth Thalibin di dusun Ngandong.